Perkembangan Konser Andrea Bocelli di Borobudur

Rencana konser penyanyi tenor legendaris asal Italia, Andrea Bocelli, di Candi Borobudur yang dijadwalkan pada 31 Oktober 2026 kini berada dalam ketidakpastian besar dan terancam batal.

Pertunjukan yang merupakan bagian dari rangkaian Romanza 30th Anniversary World Tour ini menghadapi kendala perizinan yang serius akibat penolakan dari berbagai lapisan masyarakat.

Berikut adalah poin-poin perkembangan terbaru mengenai situasi konser tersebut:

  • Pencabutan Rekomendasi Izin oleh Kepolisian: Pihak Polresta Magelang telah resmi mencabut surat rekomendasi izin penyelenggaraan konser di kawasan Candi Borobudur.
  • Belum Mengantongi Izin Kesbangpol: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Magelang menyatakan bahwa hingga kini pihak promotor belum mengajukan permohonan izin resmi. Oleh karena itu, Kesbangpol belum mengeluarkan rekomendasi formal yang diperlukan untuk mendatangkan artis warga negara asing.
  • Penolakan Keras dari MUI dan Ormas Islam: Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas mendesak pemerintah untuk membatalkan konser tersebut. Penolakan ini dipicu oleh rekam jejak Andrea Bocelli yang diduga terlibat dalam aksi penggalangan dana untuk Friends of Israel Defense Forces (Friends of IDF) pada tahun 2010 dan 2022, yang dinilai mendedikasikan bantuan bagi militer Israel. Sejumlah ormas Islam seperti Front Persaudaraan Islam (FPI) Jateng-DIY juga telah mendatangi pengelola untuk menyuarakan tuntutan serupa.
  • Sikap Pengelola Kawasan (PT TWC): Pihak PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) menegaskan posisi mereka hanya sebagai mitra penyedia lokasi tempat konser (Taman Lumbini). Saat ini, manajemen TWC masih menunggu arahan dan keputusan final dari pemerintah pusat mengenai kelanjutan acara.
  • Polda Jateng Sebut Belum Ada Pembatalan Resmi: Meski izin di tingkat daerah dicabut dan permohonan belum lengkap, Polda Jawa Tengah mengonfirmasi bahwa belum ada keputusan pembatalan resmi dari pemerintah pusat. Hal ini dikarenakan wewenang izin akhir untuk konser berskala internasional berada di tangan otoritas pusat.

Sebagai informasi tambahan, rangkaian tur Indonesia ini juga menjadwalkan penampilan Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026. Hingga saat ini, polemik dan penolakan terbesar berpusat pada lokasi acara yang bertempat di ikon cagar budaya Borobudur. Jika di Borobudur batal, dipastikan di Jakarta juga batal, dan sebaliknya.

Awalnya Didukung Kementerian Pariwisata

Sebelum heboh penolakan publik karena terkait dukungan si penyanyi pada Israel, konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata.

Hal ini dapat dilihat dari siaran pers di situs Kementerian Pariwisata RI pada 19 Agustus 2026.

Siaran Pers: Andrea Bocelli Siap Gelar Konser “Romanza 30th Anniversary World Tour” di Indonesia

Maestro tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli, dijadwalkan menggelar konser bertajuk “Romanza 30th Anniversary World Tour” di kawasan Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam konferensi pers konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/8/2026), menyambut baik kehadiran Andrea Bocelli di Indonesia. Ia juga mengapresiasi Shoemaker Studios, sponsor, mitra, serta seluruh pihak yang berkolaborasi menghadirkan maestro tersebut ke Tanah Air. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat nation branding sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Indonesia di mata dunia.

“Bagi kami di Kementerian Pariwisata, kehadiran Andrea Bocelli di Indonesia memiliki arti istimewa karena menjadi momentum yang mempertemukan musik kelas dunia dengan kekayaan destinasi, budaya, dan heritage Indonesia,” kata Menpar Widiyanti.

Menpar menjelaskan, Borobudur memiliki makna yang sangat kuat bagi Indonesia. Selain menjadi salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas, Borobudur merupakan bagian penting dari warisan budaya bangsa yang telah menjadi salah satu ikon Indonesia di mata dunia.

Sementara Jakarta sebagai salah satu destinasi regeneratif merepresentasikan wajah Indonesia yang modern, multikultural, dinamis, dan terbuka terhadap berbagai pertunjukan berskala internasional.

“Dua lokasi ini memberikan pesan yang sangat jelas bahwa Indonesia memiliki kekayaan pengalaman yang sangat beragam. Kita memiliki heritage destination yang kuat, sekaligus kota-kota modern yang mampu menjadi tuan rumah bagi berbagai world-class events,” kata Menpar.

Menurut Menpar Widiyanti, penyelenggaraan event berskala internasional memiliki nilai strategis bagi sektor pariwisata. Selain memperkuat citra dan brand destinasi, event juga menjadi demand generator yang menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi di daerah penyelenggaraan.

Aktivitas tersebut antara lain tercermin melalui transaksi pembelian tiket, penggunaan akomodasi dan transportasi, penyewaan fasilitas, konsumsi kuliner, hingga aktivitas produksi yang melibatkan vendor, pelaku industri, UMKM, pekerja seni, dan komunitas. Penyelenggaraan event juga memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Konser Andrea Bocelli diperkirakan menarik sekitar 7.000 penonton di Borobudur, Magelang, dan 9.000 penonton di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Rangkaian konser tersebut ditargetkan memberikan dampak ekonomi sebesar 44 juta dolar AS atau sekitar Rp792 miliar.

Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan konser, Kementerian Pariwisata memfasilitasi pengurusan visa bagi para seniman melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait serta memberikan dukungan kemudahan perizinan masuk bagi kebutuhan logistik pertunjukan.

“Semoga rangkaian pertunjukan ini berjalan sukses, memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh penonton, dan tentu saja menjadi momentum yang semakin memperkuat hubungan antara musik, budaya, heritage, dan pariwisata Indonesia,” kata Menpar.

Menpar Widiyanti juga mengajak masyarakat Indonesia dan para penggemar Andrea Bocelli memanfaatkan momentum istimewa tersebut sekaligus menunjukkan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah berbagai pertunjukan kelas dunia.

“Mari kita tunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya tempat yang indah untuk dikunjungi, tetapi juga tempat yang mampu menghadirkan pengalaman kelas dunia yang tidak terlupakan,” ucap Menpar Widiyanti.

https://kemenpar.go.id/berita/siaran-pers-andrea-bocelli-siap-gelar-konser-romanza-30th-anniversary-world-tour-di-indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. justru karena dia katolik atau Kristen yang taat makanya pro yahudi meskipun zionis 💂 penjajah karena di kitab bible/ injil nya kan bilang : siapa yang berkati Yahudi akan diberkati, siapa yang kutuk yahudi akan kena kutuk