
🚨 Ahli biologi Jepang memenangkan hadiah Nobel karena menemukan “bagaimana tubuh memakan sel-selnya yang rusak ketika tidak menerima makanan”.
dr. Adam Prabata:
Penelitian level Nobel ini merupakan penemuan autofagi, yang menjadi salah satu landasan untuk manfaat puasa, termasuk Intermittent Fasting (diet puasa) dan Puasa Ramadhan.
Autofagi sederhananya adalah proses tubuh untuk “membersihkan” dirinya sendiri dengan “memakan” bagian-bagian tubuh yang rusak. Puasa Ramadhan sendiri terbukti meningkatkan gen-gen di tubuh yang berhubungan dengan autofagi.
Autofagi diketahui dapat bermanfaat untuk menjaga dan memperbaiki kondisi metabolik tubuh.






