Pencarian Bahtera Nabi Nuh memasuki babak baru setelah tim peneliti internasional secara resmi memulai proses pengeboran inti tanah (core drilling) di Formasi Durupınar, wilayah timur Turki. Menggunakan berbagai teknologi canggih seperti radar penembus tanah (GPR), LiDAR, dan pemindaian 3D, tim arkeolog mendeteksi adanya struktur tidak biasa di bawah permukaan.
Penelitian terbaru ini dipimpin oleh arkeolog Prof. Dr. Cenker Atila dari Universitas Sivas Cumhuriyet, bekerja sama dengan organisasi eksplorasi Noah’s Ark Scans yang berbasis di California.
Lokasi: Formasi Durupınar terletak di Provinsi Ağrı, sekitar 18 mil (sekitar 29 km) dari Gunung Ararat di Turki bagian timur.
Apa Saja Temuan Barunya?
Situs Durupınar memiliki bentuk unik menyerupai lambung kapal raksasa sepanjang 157 meter yang pertama kali ditemukan lewat foto udara pada tahun 1959. Dalam investigasi intensif, tim peneliti mengumumkan beberapa temuan krusial:
- Struktur Lorong dan Ruangan: Pemindaian radar 3D mendeteksi anomali bawah tanah berupa garis-garis lurus, sudut siku-siku, rongga kosong, serta pola struktur simetris yang menyerupai lorong dan sekat ruangan.
- Konsentrasi Organik Tinggi: Melalui pengeboran hingga kedalaman 18 meter, peneliti menemukan lapisan tanah yang kaya akan material organik. Konsentrasi karbon di dalam formasi ini jauh lebih tinggi dibanding area luar, yang memicu dugaan adanya fosil kayu kuno yang telah membatu.
- Artefak Kuno: Tim juga mengeksplorasi permukaan di dekat Dogubayazit, Provinsi Agri, dan menemukan pecahan tembikar kuno yang mengindikasikan adanya aktivitas manusia di wilayah tersebut sejak periode kuno.
Perspektif Ilahi vs Sains Geologi
Meskipun perwakilan dari kelompok pencari mengklaim struktur di bawah tanah tersebut “100 persen buatan manusia”, komunitas ilmiah global dan para ahli geologi masih bersikap skeptis.
- Pandangan Tim Eksplorasi: Meyakini bahwa formasi batuan ini menyimpan sisa-sisa Bahtera Nuh yang asli, yang sudah mengalami pelapukan, mineralisasi, dan tertimbun endapan tanah selama ribuan tahun.
- Pandangan Ahli Geologi Mainstream: Menyatakan bahwa Formasi Durupınar merupakan fenomena geologi alami. Bentuknya yang menyerupai kapal terbentuk akibat pergeseran tanah, erosi, serta aliran lava yang membeku secara simetris di wilayah yang rentan gempa bumi tersebut.
Seluruh sampel tanah dan inti material yang berhasil diangkat kini telah dikirim ke laboratorium di Ankara untuk menjalani analisis mendalam dan pengujian radiokarbon (carbon dating). Hasil uji laboratorium ini nantinya diharapkan dapat memastikan usia pasti material organik tersebut serta memecahkan misteri besar apakah situs ini merupakan kapal buatan manusia atau sekadar mahakarya alam.







