Pemilik Dapur pesta pora

SPPG Milik Swasta tapi Pegawainya Diangkat Jadi ASN PPPK, Pemilik Dapur Pesta Pora

Keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) mengangkat 32.000 pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) per 1 Februari 2026, seperti disampaikan Kepala BGN Dadan Hindayana dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI pada Selasa (20/1/2026), menuai beragam tanggapan.

Penulis kondang Indonesia, Tere Liye menyentil pemilik dapur MBG pesta pora.

“Karena sebanyak-banyaknya kamu dapat manfaat, sstt, pemilik dapur, mereka pesta pora. Untung 10% saja, mereka dapat 30 triliun tahun 2026 nanti. Apalagi kalau untung 20%, mereka benar-benar mandi uang. Punya dapur berapa? 50? Aduh duh. Kamu kerja 1.000 bulan pun tetap lebih besar untung dia seminggu. Paham tidak?” sentil Tere Liye di akun facebooknya.

Tere Liye menyoroti MBG ini bukan karena dia iri SPPG diangkat jadi ASN.

“Termasuk saya, ikutan posting, BUKAN karena saya lagi dengki, sirik apalagi mau melamar jadi ASN PPPK di BGN/dapur. Aduh, nggaaak. Saya itu bahkan sejak kuliah, tidak merepotkan negara loh. Beasiswa saya nyari yang dari swasta-swasta saja, atau dari LAZ. Lulus, saya tidak kerja di pemerintahan. Saya bahas karena ini tetap isu penting,” beber alumni Fakultas Ekonomi UI ini.

Netizen di X juga turut menanggapi pengangkatan SPPG sebagai ASN PPPK.

“Pengusaha SPPG menikmati keuntungan berlapis. Bisnisnya jalan, marginnya aman. Sementara pegawai yang seharusnya jadi tanggung jawab swasta justru diangkat negara. Negara menanggung biaya tenaga kerja, swasta panen laba,” ujar akun X @bangherwin.

Komentar