Pekerja SPPG Tulungagung Pakai Narkoba, Ngaku biar Kuat Kerja Malam

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung telah mengamankan dua orang pekerja dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tulungagung yang positif mengonsumsi narkotika jenis sabu.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung Wasbeka Abie Yuwono mengatakan kedua pekerja tersebut merupakan pekerja SPPG di wilayah Gendingan dan Pucangan. Kasus keduanya sebelumnya diungkap jajaran Polres Tulungagung.

Kedua pegawai tersebut kini berstatus sebagai klien Tim Asesmen Terpadu (TAT) dan sedang menjalani proses asesmen serta rehabilitasi sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Kami sudah mendapatkan dua klien TAT yang diungkap oleh teman-teman polres. Yang pertama itu SPPG di daerah Gendingan dan yang kedua itu baru dua minggu yang lalu itu SPPG daerah Pucangan,” kata Wasbeka dalam video yang diunggah akun X @keluhanwarganet, Senin (21/9/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku nekat mengonsumsi sabu agar kuat begadang (betah melek malam) demi menyelesaikan proses pengolahan makanan.

Temuan ini menjadi sorotan tajam netizen di media sosial (seperti platform X dan Instagram) karena para pekerja tersebut bertanggung jawab langsung dalam mengolah makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke masyarakat.

“Tulungagung sudah berulang kali kasus keracunan MBG, sekarang muncul lagi isu pekerja dapur pakai zat terlarang. Ini bukan cuma soal individu, tapi soal sistem pengawasan, jam kerja, dan standar higiene SPPG yang kelihatannya masih longgar. Semoga segera dievaluasi menyeluruh,” komen netizen X @widoublev.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

  1. makanya artis bahkan yang sekelas Raffi ahmad jadi kena narboka, karena emang susah syuting malam tidur sebentar siang, hancur badan … jadi selain meracuni anak-anak, petugas MBG juga lama-lama keropos badan nya