Pasukan Darat IRGC Luncurkan 3 Operasi Besar Balasan atas Serangan Israel-AS

Pasukan Darat Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan telah melancarkan tiga operasi besar sebagai respons atas serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (4/3/2026), Humas IRGC menyebut langkah tersebut sebagai fase lanjutan dari Operasi True Promise 4. Disebutkan bahwa tak lama setelah serangan Israel-AS dimulai, pasukan darat IRGC langsung mengerahkan lebih dari 230 drone serang ke sejumlah target di wilayah yang dikuasai Israel serta pangkalan militer AS di kawasan.

Menurut pernyataan itu, puluhan drone ditembakkan dalam beberapa gelombang ke pangkalan militer AS di Erbil, Irak, dan di Kuwait. IRGC juga mengklaim telah menghancurkan sejumlah markas kelompok bersenjata di Irak utara dalam rangkaian operasi tersebut.

Serangan Israel dan AS terhadap Iran disebut dimulai pada Sabtu, dengan menyasar sekitar 30 titik di Ibu Kota Teheran. Serangan itu dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran. Dalam peristiwa yang sama, Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, juga dinyatakan gugur.

Sejak saat itu, militer Iran melancarkan serangan balasan secara cepat melalui gelombang rudal dan drone ke berbagai target di wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat.

IRGC mengklaim, dalam dua hari pertama konflik, serangan balasan Iran menyebabkan lebih dari 680 korban di pihak militer Amerika Serikat di berbagai pangkalan di kawasan. Klaim tersebut belum mendapat konfirmasi independen dari pihak AS.

Para pejabat Iran menegaskan bahwa penargetan pangkalan militer Amerika di kawasan merupakan bentuk “pembelaan diri yang sah”. Mereka merujuk pada Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyatakan setiap negara memiliki hak untuk membela diri terhadap tindakan agresi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *