Coba kalian bayangkan ini:
12 miliar tahun cahaya (113.500.000.000.000.000.000.000.000 km) jauhnya, ada awan uap air raksasa, volumenya 140 triliun kali lipat (140.000.000.000.000 kali) dari seluruh lautan di Bumi.
Awan ini ditemukan di sekitar quasar, ketika usia alam semesta masih sangat muda. Saat galaksi-galaksi baru saja lahir, lubang hitam supermasif sudah sibuk membentuk realitas di sekitarnya.
Air. Bahan paling sederhana, tapi paling penting untuk kehidupan seperti yang kita kenal, sudah melimpah di era ketika kosmos masih “panas” dan kacau.
Apa artinya ini?
Ini adalah pengingat yang jelas: skala alam semesta selalu lebih besar daripada kesimpulan para ilmuwan.
Dan inilah yang telah Allah SANG MAHA PENCIPTA firmankan dalam surah Al-Anbiya ayat 30:
اَوَلَمۡ يَرَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡۤا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ كَانَـتَا رَتۡقًا فَفَتَقۡنٰهُمَا ؕ وَجَعَلۡنَا مِنَ الۡمَآءِ كُلَّ شَىۡءٍ حَىٍّ ؕ اَفَلَا يُؤۡمِنُوۡنَ
“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?” [QS 21:30]
_________________________________
Sebuah lautan kosmik exists di mana tidak ada manusia yang pernah berlayar. Para astronom telah mendeteksi awan air yang berjarak 12 miliar tahun cahaya, mengandung air sebanyak 140 triliun kali lipat dari total air di semua lautan Bumi. Penemuan ini begitu luas hingga melampaui imajinasi, menantang pemahaman kita tentang skala, dan mengingatkan kita betapa kecilnya dunia kita sebenarnya.
Awan ini, yang terlihat di alam semesta awal, memberikan petunjuk tentang masa ketika galaksi sedang terbentuk dan lubang hitam sudah mulai membentuk lingkungannya. Jumlah air yang luar biasa besar ini menunjukkan bahwa bahan-bahan untuk kehidupan tidak terbatas pada sistem tata surya kita — mereka ada dalam jumlah yang tak terbayangkan, menunggu diam-diam di alam semesta.
Para ilmuwan terkejut bukan hanya oleh skalanya, tetapi juga oleh implikasinya. Air, yang esensial bagi kehidupan seperti yang kita kenal, muncul dalam jumlah besar bahkan di masa lalu yang jauh, artinya alam semesta mungkin telah mampu mendukung kondisi yang layak huni jauh lebih awal dari yang dibayangkan sebelumnya. Setiap pengamatan membuka jendela baru ke dalam kimia alam semesta awal.
Melihat awan semacam ini memunculkan rasa kagum dan kerendahan hati. Keagungan ruang angkasa, usia cahaya yang mencapai teleskop kita, dan kekuatan tak terlihat yang membentuk galaksi mengingatkan kita bahwa penemuan sering kali terselubung dalam keagungan. Awan air ini adalah monumen bagi misteri yang masih tersisa, berbisik tentang dunia dan kemungkinan yang belum kita temui.
Dan begitu kita dibiarkan dengan refleksi yang tenang: miliaran tahun cahaya jauhnya, air mengalir dalam jumlah yang melampaui pemahaman, mengingatkan kita bahwa alam semesta dipenuhi dengan rahasia yang terus memperluas batas-batas rasa ingin tahu manusia.
👇👇




