Pakar Hukum Sebut Kasus Ijazah Jokowi Hanya Muter-muter Kayak Orang Bodoh: Padahal Tinggal Tunjukkan Ijazah Selesai

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun kembali melontarkan kritik keras terkait polemik dokumen ijazah mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo yang terus menjadi perdebatan publik.

Dalam program RAKYAT BERSUARA di iNewsTV, ia menilai kegaduhan yang tak kunjung reda ini menunjukkan rendahnya kedewasaan dalam bernegara.

Menurut Refly, persoalan sederhana seperti keabsahan dokumen seharusnya bisa diselesaikan dengan langkah paling mudah: dibuka, ditunjukkan, lalu diklarifikasi. Namun, yang terjadi justru tarik-ulur tanpa ujung.

“Di negara-negara yang demokrasinya maju, apa yang kita lakukan ini kampungan, bodoh, kurang kerjaan,” ujarnya, dikutip Sabtu (22/11/2025).

Ia menilai sikap enggan membuka dokumen ke publik hanya menambah kecurigaan.

Padahal, contoh keterbukaan sudah ada. Refly menyinggung kasus Hakim MK Arsul Sani yang pernah dituding memiliki ijazah palsu.

Saat itu, Arsul langsung menggelar konferensi pers dan menunjukkan seluruh dokumennya tanpa ragu.

“Dia tunjukkan semuanya, press conference, berani dia menghadapi,” tegas Refly.

Karena itu, ia menilai alasan yang diberikan oleh pihak-pihak yang tidak mau membuka dokumen justru memperburuk persepsi publik.

Ketertutupan dianggap semakin mengundang prasangka bahwa ada sesuatu yang janggal.

“Kalau Anda tidak berani menunjukkan ke publik dengan dalih macam-macam, pasti ada yang salah,” ujarnya.

Refly menutup kritiknya dengan menilai bahwa polemik berulang tentang ijazah hanya membuat bangsa terlihat sibuk pada hal-hal remeh dan menjauh dari standar negara demokrasi yang matang.

Komentar