Orang Dalam (Penjilat) Yang Menghancurkan Istana

✍️Arief Camra

Kopdes Merah Putih semestinya hadir untuk menyelesaikan persoalan ekonomi masyarakat desa, bukan justru mencari-cari kegiatan usaha yang berpotensi menciptakan persoalan baru bagi masyarakat.

Kenapa harus dibikin seperti toko kelontong? Dulu katanya untuk menyerap potensi usaha lokal desa, tapi sekarang negara seperti bersaing dengan rakyatnya sendiri?

Model bisnis gerai sembako, berisiko mengancam keberlangsungan toko kelontong rakyat.

Anehnya lagi, wacana menyalurkan gaji aparatur sipil negara (ASN) melalui kopdes. Ini berpotensi mengganggu sesuatu yang selama ini telah berjalan baik.

Menterinya juga kemaruk model Zulhas. Penjilat licik, asal bapak senang. Gak mikir negoro bakal bangkrut, pokok dia senang.

Di level atas juga gitu, bursa saham terancam standalone, malah dijawab: rakyat gak main saham.

Ala embuh…cara mengelola negara kok banyak yang gak nyambung …😀😀

-FB-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *