Oleh: Erizal
Merinding juga mendengarkan cerita Mahfud MD soal komitmen seorang Presiden Prabowo yang tak main-main di Podcast YouTube, Forum Keadilan, baru-baru ini.
Cerita Mahfud MD itu sebetulnya cerita Presiden di ruangan tertutup, di hadapan Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri yang baru saja dibentuk Presiden.
Cerita itu diceritakan oleh Presiden, setelah meminta para wartawan keluar dari ruangan.
Artinya, cerita Presiden yang diceritakan lagi oleh Mahfud MD di Podcast Forum Keadilan itu, mestinya cerita tertutup. Tapi Mahfud MD memilih untuk menceritakannya kepada publik agar diketahui luas.
Cerita Presiden yang diceritakan Mahfud MD itu kurang lebih begini:
“Polri harus baik. Saat ini Polri dalam sorotan, karena itu Polri harus benar-benar baik. Negara sedang dalam kesulitan. Kekayaan negara terus menerus diambil pengusaha hitam, tapi imbal baliknya sedikit sekali.”
Lalu Presiden katanya membuka data sebagai contoh.
“Perusahaan mengekspor nikel, misalnya. Dikatakan 10 juta, tapi di negara ekspor itu tercatat impor 100 juta. Data ini didapatkan Presiden dari luar, bukan dari dalam. Dan itu sudah berlangsung puluhan tahun. Maka kita harus nasionalis. Polri dan TNI harus membela rakyat, bukan pengusaha hitam itu.”
Yang paling menarik dari cerita Mahfud MD itu, Presiden sampai menunjuk Kapolri dan Panglima TNI, yang juga ikut hadir dalam pengarahan perdana Presiden terhadap Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri yang baru dibentuk itu.
“KAMU Pak Lystio Pak Panglima gak ada gunanya bintang empat di pundakmu itu, kalau Kau tak bisa membela rakyat. Makanya Polri harus baik, TNI harus baik, dan negara ini harus baik,” ujar Mahfud.
[VIDEO]







Komentar