Mengerikan sekali fitnah para pembenci Anies

Mengerikan sekali fitnah para pembenci Anies.

Sejak Anies ganti ava pakai masker dengan latar belakang kabut asap, ternak-ternak dajjal dikerahkan untuk fitnah.

Berapa sih mereka dibayar sampai berani fitnah keji yang dosanya tidak akan diampuni sampai minta maaf langsung ke orangnya?

Kalau bukan orang kafir yang menyamar pakai akun hijaber, yang jelas di balik akun ini orang yang tidak percaya dengan Hari Akhirat dan pembalasannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

30 komentar

  1. Mereka hny dijadikan alat oleh cukong2 0ligarki yg amat sangat takut jika Anies kembali jadi pejabat apalagi presiden, tapi para buzzer2 t0l0l ini ga sadar bhw anak cucu mereka terancam jadi jongos kelak jika 0ligarki akhirnya berhasil mengakuisisi scr penuh konoha.

  2. Anies jgn sok suci.. dihina juga gak apa apa kok siapa dia ??? wali ??? org taat ??? alah Anies hanya orang sekuler turunan Yaman tukang jilat PDIP jadi jubir jokodok!!! udh segera minta sempak houthi dan sempak Wahabi biar menang pilpres !!! segera koleksi sempak anjing anjing Amerika dan anjing Rusia.

    1. Puasin semua dengki, benci & fitnah, saking panik nya ini ternak bani babi sama ARB…., bikin rugi & salah apa beliau sama ente atau keluarga ente segitu dendam kesumat nya…., khawatir ya beliau bakal moncer dan menenggelamkan sesembahan ente yang faktanya makin tambah bobrok & nyungsep karena ulahnya sendiri ditambah usia yg sudah menjelang rawan² nya.

  3. “Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya” (HR.Muslim)

    Jadilah Bagian dari Solusi
    Daripada terjebak dalam arus negatif media sosial, kita bisa memilih untuk menjadi agen perubahan. Jadilah penyebar semangat, bukan pemicu perpecahan. Gunakan media sosial untuk menyebarkan informasi bermanfaat, mendukung sesama, atau sekedar menebar senyum melalui komentar yang santun. Media sosial adalah alat, dan seperti pisau, ia bisa menyelamatkan atau meyakiti. Di era digital, jempol kita adalah pemimpin kecil yang menentukan arah kebaikan atau keburukan. Maka, bijaklah dalam bersosial media. Karena dibalik layar yang dingin, ada nilai pahala dan dosa yang sedang menanti.

  4. wah gila ya. buzzer2 jaman ahok, jaenudin ngaciro ampe buzzer2 antek zionis, prabowo pada make crawler yg keyword anies dan asap kayaknya. semoga otak2 dengki mereka kebuka semua ya. anies orang yang punya kompetensi dan seengganya dia berhati2 dalam berucap atau ketikan, selain dipersenjatai humility, nalar dan objektivitas. bandingkan dengan tiga orang lain tsb.
    semoga anies diizinkan Allah untuk menang di pilpres nanti. aamiin.

  5. Sudah tolol, nirempati, nirakhlaq, niraqal pula. Baik si Prabowo maupun buzzer-buzzernya memang keblinger…

    1. Memang gitu para ternaknya pemrintah. Taubatlah kalian wahai para buzzernya pemrintah, Zionis, dan as-Sa’ud…