Mengenal Sosok Sahrin Hamid, Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat

SAHRIN HAMID: POLITISI MUDA, MATAHARI DARI TIMUR INDONESIA

Sahrin Hamid adalah figur penting dalam lanskap politik Indonesia yang dikenal karena dedikasinya terhadap keadilan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan peran aktifnya dalam pergerakan politik sejak era reformasi. Ia menjadi sorotan publik setelah dipercaya memimpin Partai Gerakan Rakyat, sebuah partai baru yang lahir dari semangat relawan rakyat dan aspirasi perubahan.

Asal Usul dan Latar Belakang

Sahrin Hamid lahir pada 4 Desember 1974 di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Sebagai putra dari kawasan timur Indonesia yang kaya akan ragam budaya dan semangat perjuangan, ia tumbuh dengan kesadaran kuat akan pentingnya aspirasi rakyat kecil serta keragaman bangsa. Lingkungan sosial di mana ia dibesarkan menanamkan nilai-nilai gotong-royong dan solidaritas sejak dini, yang kemudian menjadi fondasi dalam seluruh perjalanan hidupnya.

Pendidikan dan Formasi Diri

Pendidikan formal Sahrin Hamid berpijak pada fondasi hukum dan pengetahuan yang kuat. Ia menempuh studi hukum di sejumlah perguruan tinggi bergengsi di Indonesia, termasuk Sarjana Hukum dari Universitas Islam Bandung (Unisba), Magister Hukum dan Universitas Nasional Jakarta dan kini tengah menyelesaikan program Doktor Hukum juga dari Unisba.

Selain gelar akademis, masa mudanya diisi dengan keterlibatan dalam organisasi mahasiswa dan pendidikan nonformal yang membentuk kapasitas kepemimpinan dan keterampilannya dalam berkomunikasi. Keterlibatan aktif ini melatih kemampuan berpikir kritisnya, memupuk wawasan tentang kebijakan publik, dan memperluas jaringan sosial-politiknya. 

Karier Politik: Dari Aktivis hingga Legislator

Jejak politik Sahrin Hamid dimulai sejak awal era reformasi, ketika ia aktif dalam organisasi politik dan pergerakan. Kiprahnya di dunia politik formal dimulai di Partai Amanat Nasional (PAN), di mana ia memegang sejumlah posisi strategis. Di PAN, ia pernah menjadi Ketua Umum Barisan Muda PAN (2003–2006), Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN (2005–2010), serta Ketua DPP.

Masa pengabdian ini membawanya ke kursi legislatif sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2004–2009. Dalam perannya sebagai legislator, Sahrin dikenal memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan terus menyuarakan aspirasi dari daerah asalnya di Maluku Utara. 

Selain itu, ia pernah maju sebagai calon Wakil Gubernur Maluku Utara pada Pilkada 2013 dan menjabat sebagai staf khusus Gubernur Maluku Utara pada tahun 2018, menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi di pemerintahan daerah maupun nasional. 

Peran Strategis di Panggung Nasional

Nama Sahrin Hamid semakin dikenal luas ketika ia terlibat sebagai juru bicara pasangan calon pada Pilpres 2024. Dalam kapasitas ini, ia menjadi wajah komunikasi politik yang tenang tetapi tegas, membangun reputasi sebagai tokoh yang mampu menjembatani aspirasi publik dengan narasi kebijakan yang jelas.

Setelah Pilpres 2024, Sahrin memimpin Ormas Gerakan Rakyat, sebuah organisasi yang lahir dari relawan pendukung dan aspirasi rakyat. Di bawah kepemimpinannya, ormas ini berkembang menjadi basis konsolidasi yang kuat dan pada 18 Januari 2026 secara resmi bertransformasi menjadi Partai Gerakan Rakyat, dengan Sahrin Hamid terpilih sebagai Ketua Umum periode 2026–2031. 

Partai ini didirikan dengan semangat gotong-royong dan keadilan sosial, mengusung prinsip Panca Dharma yang mencerminkan nilai religiusitas, nasionalisme kerakyatan, ksatria, kasih sayang, dan integritas moral sebagai landasan perjuangan politiknya. 

Warisan dan Signifikansi

Perjalanan Sahrin Hamid menggambarkan bagaimana seorang putra dari timur Indonesia mampu menjadi matahari yang menyinari panggung politik nasional lewat ketekunan, kerja keras, dan visi yang jelas untuk perubahan. Dari aktivis mahasiswa hingga pemimpin partai politik, ia menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dalam proses demokrasi dan konsistensi dalam memperjuangkan aspirasi rakyat adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan bagi Indonesia.

Sumber: KBA News

Komentar