Mengapa Partai Dukung Prabowo, Tapi Tidak Dukung Gibran?

Mengapa Partai Dukung Prabowo, Tapi Tidak Dukung Gibran?

Satu persatu partai politik mendukung pemerintah menyatakan akan kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam pemilu 2029. Namun, mereka berbeda sikap mengenai nama bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo dalam pemilihan presiden mendatang.

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Edy Suparno, mengatakan sikap partainya sudah tegas untuk kembali mencalonkan Prabowo.

Ia menyatakan keputusan itu menandakan bahwa PAN konsisten mendukung Prabowo dalam pemilihan presiden dalam tiga kali pemilihan presiden terdahulu, yaitu pada 2014, 2019, dan 2024.

Di posisi bakal calon wakil presiden, kata Edy, partainya bakal mengusulkan nama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Ia beralasan, PAN akan mengusulkan kadar sendiri agar pemilihan presiden nanti memberi efek ‘ekor jas’ terhadap elektabilitas partai berlambang matahari putih tersebut.

Selain PAN, ada Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa yang mendukung kembali Prabowo sebagai calon presiden dalam pemilihan presiden 2029.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKB Daniel Johan mengatakan dukungan partainya kepada Prabowo dalam pemilu 2029 sudah disampaikan secara langsung saat pengurus teras PKB menemui presiden di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Rabu 4 Februari 2026.

Tapi, dukungan kepada Prabowo itu tidak disertai sokongan terhadap Gibran Rakabuming Raka untuk kembali berpasangan dengan Prabowo.

Seorang politikus Partai Demokrat mengatakan partainya kemungkinan besar mengusulkan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sebagai bakal calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo dalam pemilu 2029.

Apalagi peluang menduetkan Prabowo-AHY terbuka lebar setelah pertemuan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Prabowo di Cikeas pada September 2025.

Dalam pertemuan itu, Prabowo memberi sinyal bahwa AHY merupakan salah satu calon kuat yang akan mendampinginya dalam pemilu 2029.

Peneliti senior dari Populi Center Usep Saipul Ahyar mengatakan banyak faktor yang membuat partai politik tak ingin mengusung Prabowo-Gibran dalam pemilu mendatang.

Faktor pertama, elektabilitas Gibran menurun. Hasil beberapa lembaga survei pada 2025 menunjukkan elektabilitas Gibran mulai kalah oleh Menteri Keuangan Purbaya dan Gubernur Jawa Barat Deddy Mulyadi.

Faktor berikutnya, Usep menyebutkan Gibran tak bisa dilepaskan dari putusan janggal Mahkamah Konstitusi (MK) No. 90 yang mengubah syarat usia calon presiden dan wakil presiden. Putusan inilah yang memuluskan jalan Gibran menjadi calon wakil presiden dalam pemilu 2024.

SELENGKAPNYA SIMAK VIDEO TEMPO:

Komentar