Meme kayak gini banyak beredar untuk mengagungkan Arab Saudi dan menyudutkan Iran.. sambil menyembunyikan banyak data lainnya terkait riwayat-riwayat shahih hadits Akhir Zaman.
Versi lengkapnya begini…
Imam Mahdi dibaiat di Mekah itu setelah Mekah dibersihkan dari penyimpangan dan kontrol penguasa yang zalim, itu bisa Arab Saudi juga bisa penguasa pasca Arab Saudi, intinya saat Imam Mahdi dibaiat tidak ada lagi yang namanya kerajaan Arab Saudi… Lagian logis gak, kerajaan Arab Saudi yang bersekutu strategis dengan AS dengan enteng mau membaiat Imam Mahdi? Pasti kerajaan ingin mempertahankan kekuasaannya dan tentu AS akan membantunya menjaga kekuasaan.
Nabi Isa turun di Damaskus Suriah, itu setelah Sufyani dihancurkan di Damaskus. Siapa Sufyani itu? Dia disebut sosok penguasa diktator tiran, kejam, dan zalim yang diprediksi akan menguasai wilayah Syam dan banyak melakukan pembunuhan.
As-Sufyani, yang disebut-sebut memiliki garis keturunan dari Abu Sufyan, akan bangkit dari wilayah Syam. Ia akan merebut kekuasaan, memimpin pasukan besar, dan melakukan perusakan serta pertumpahan darah yang hebat di wilayah Timur Tengah (khususnya Syam dan Irak). Kemunculannya terjadi sebelum Imam Mahdi menampakkan diri secara terbuka di Makkah.
Setelah mengetahui kemunculan Imam Mahdi, Sufyani mengirim pasukan besar untuk mengejar dan membunuh Imam Mahdi. Namun Allah SWT menenggelamkan pasukan ini di Al Bayda, kawasan antara Mekah dan Madinah. Pemerintahan Sufyani sendiri hancur oleh serangan pasukan pembawa panji-panji hitam dari Khurasan yang merupakan para sahabat dan pendukung setia Imam Mahdi.
Nah, siapa pasukan yang berasal dari Khurasan itu? Wilayah Khurasan kuno saat ini mencakup sebagian area di Iran, Afganistan, dan Asia Tengah.
Setelah mengetahui kemunculan Imam Mahdi, pasukan dengan membawa panji-panji hitam ini bergerak dari Khurasan. Mereka inilah yang berperang melawan pasukan Sufyani. Setelah Sufyani takluk dan Syam berhasil dibebaskan maka bergeraklah pasukan panji hitam ini ke Mekah untuk berbaiat pada Imam Mahdi.
Terus kemunculan Dajjal bagaimana?
Lokasi kemunculan Dajjal ialah dari timur. Rasulullah SAW bersabda,
“Al-Masiih (Dajjal) akan datang dari arah timur dan tujuannya adalah Madinah, hingga dia sampai di baik Gunung Uhud. Lalu para malaikat menghalaunya ke Syam dan dia di sana binasa.” (HR Muslim)
Sementara itu, dalam riwayat lain dikatakan bahwa Dajjal muncul di jalan antara Syam dan Irak. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, ia berkata:
“Dia akan keluar dari sebuah jalan antara Syam dan Irak. Kemudian dia melakukan perusakan ke tempat-tempat di sekitarnya. Wahai hamba-hamba Allah, teguhlah pada keyakinan agama kalian.” (HR Muslim, Abu Dawud, dan Hakim dari an-Nawwaas bin Sam’aan)
Lalu, Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah berujar bahwa Dajjal akan muncul di Kota Marw, Irak. Ia berkata, “Dajjal akan muncul dari Kota Marw, dari kalangan Yahudi kota itu.” Abdullah bin Amru bin Ash lalu bertanya kepada seorang laki-laki yang tinggal di Irak, “Di negeri kalian ada sebuah wilayah yang bernama Kuutsi, yang mempunyai danau asin dan pohon kurma?”
Orang itu menjawab, “Ya, ada.” Abdullah melanjutkan, “Dari sanalah Dajjal akan muncul.” (HR Thabrani)
Dajjal disebutkan muncul di wilayah Timur. Sementara Isfahan hanya disebut sebagai kemunculan pengikutnya. Dajjal menguasai hampir seluruh muka bumi selama 40 hari dan bisa memasuki semua wilayah dengan cepat tapi hanya Mekah dan Madinah yang tidak bisa dia masuki. Artinya pengikutnya ya bukan hanya dari Isfahan saja. Tentu juga dari Riyadh, Dubai, Manama, IKN, Paris, Washington sampai London. Intinya mereka yang tertipu oleh Dajjal bisa dari mana saja. Begitu juga pasukan Imam Mahdi bisa berasal dari mana saja bukan hanya dari wilayah yang disebut dalam riwayat. Dajjal kemudian berhasil dikalahkan dan terbunuh di Palestina, setelah kehadiran Nabi Isa as.
Nah adalagi yang namanya Yamani. Mereka adalah pasukan dari Yaman yang juga bergerak dari Yaman bersatu dengan pasukan panji hitam dari Khurasan untuk berperang melawan Sufyani. Pasukan Yamani ini juga membaiat Imam Mahdi dan menjadi pengikut Imam Mahdi.
Jadi kalau mau bikin narasi, yang lengkap dong. Supaya gak asal comot atau memahami setengah-setangah sambil pemahaman dangkal itu dipakai sebagai propaganda, mengagungkan yang satu sambil menyebarkan ujaran kebencian pada yang lainnya. Semua tanda-tanda di zaman ini sudah terlihat kok. Siapa yang akan menjadi pengikut Imam Mahdi dan siapa bakal bergabung dengan Dajjal. Tanda sederhananya siapa yang memerangi “Dajjal zaman ini” (AS-Israel) dan siapa yang bergabung dengannya.
(Ismail Amin)








“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah Al-Masih Dajjal.
Dan… dari kejahatan orang yg dengki apabila dia dengki
Imam Mahdi keturunan Nabi.. bani saud arab badui….auto bani saud dibawah Imam Mahdi…tak perlulah salafy all in dukung bani saud….terlebih bani saud antek yahudi dan amerika..tidak mungkin Imam Mahdi bersekutu dangan bani saud…berperang iya….
fakta kok dibilang nyudutkan, tp fakta gapeduli dg perasaanmu!
beginilah komen salah satu korban meme, sepertinya artikel ga dibaca, terus gas komen! 🤣
emang salafi pendukung bani saud badui itu…ku perhatikan gak pernah baca tulisan yang di muat di PI… yang ada langsung gas untuk komen
kek si ali biji… tulisan di artikel apa… yang di komen apa gak nyambung…
sering ngibul dan tipsani/tipu sana sini
dukung iran belum tentu jadi siah tapi dukung amerika-israel sudah pasti zionis
komen ini ane suka…
Imam Mahdi mmg akan muncul di Makkah, punya nasab lgs dr Rasulullah SAW (suku Quraysh), bukan keturunan bani Saud penguasa Arab skrg. Kekuasaannya akan didapat dr jihad (perang) dan banyak melakukan jihad. Kaum yg alergi dg jihad, pro Arab Saudi yg bersahabat dg Israel tentunya akan melabeli Imam Mahdi sbg khawarij krn memberontak kpd pemerintahan …
yg pasti, tdk mkn dibantah, Imam Mahdi BUKA N golongan Ajam Ashkenazi, the Man From Kazar. tdk mungkin syiah !!
yg pasti imam mahdi bukan bani saud dalil.jelas……….sementara tidak mungkin syiah perlu dalil…
betul gak mungkin yg sohib sm Asu & is rewel
tolol, ngga mkn dari syiah, imam mahdi syiah, imam ke 12, imam ngibul, imam pengecut, imam jadi²an.. lu cuma SLTA, ya ngga mampu gw jelqsin. otak cekka. makanya kuliah di PTN.. LU BACA YG GW TULIS..
hahaha…. wahaboy cs mencret darah membacanya wakakakaka…. dianggap pengikut dajjal tanduk setan dr nejed
Imam Mahdinya Syi’ah Ketakutan, Sehingga Sembunyi Semenjak 1200 Tahun Lalu (Padahal Sang Imam Sangat Sakti?), tatkala sang imam masih kecil (belum baligh/dewasa)), hingga saat ini belum muncul-muncul juga. Sungguh tidak ada khurofat yang lebih banyol dan lucu dari khurofat syi’ah ini. Akan tetapi kaum syi’ah tetap ngeyel mempercayai ini, karena bagi mereka percaya akan “hilangnya” imam terakhir mereka ini merupakan dasar iman yang kokoh. (Ushuul Al-Kaafi 1/396)
Namun anehnya :
Pertama : Disebutkan dalam riwayat-riwayat bahwasanya ternyata Sang Imam Mahdi sering ikut hajian !!!
Dari Zuroroh berkata, “Aku mendengar Abu Abdillah (imam Ja’far As-Shodiq) berkata : “Orang-orang kehilangan imam mereka, ia menghadiri/menyaksikan musim (hajian), ia melihat mereka dan mereka tidak melihatnya” (Ushuul al-Kaafi 1/397)
Kedua : Sang Imam melihat orang-orang sementara orang-orang tidak bisa melihatnya. Ini sungguh merupakan kehebatan sang imam yang sangat luar biasa. Seakan-akan sang imam adalah jin atau syaitan yang bisa melihat namun tidak bisa dilihat. Hal ini berarti penghinaan terhadap sang imam mahdi yang memiliki sifat seperti syaitan.
Portal Syiah lagi getol menyerang saudi
Betapa sadisnya Imam Mahdi Syi’ah yang akan menyembelih bangsa Arab ??!!
Imam sejati Mahdi Syi’ah adalah Imam yang sangat ganas dan haus darah ahlus sunnah. Berikut ini ciri-ciri imam Mahdi versi Syi’ah sebagaimana termaktub dalam kitab-kitab mereka :
Pertama : Imam Mahdi diutus sebagai pembawa asuransi.
Abdurrahim Al-Qoshiir berkata : Abu Ja’far ‘alaihis salam berkata kepadaku : “Adapun jika telah datang al-Qooim (Al-Mahdi) maka Al-Humairo’ (Aisyah radhiallahu ‘anhaa-pen) akan dikembalikan (dihidupkan kembali) agar dicambuk dengan hukum had oleh Al-Mahdi, sebagai bentuk balas dendam demi putri Muhammad Fathimah ‘alaihas salaam”
Aku berkata : Kenapa Al-Mahdi mencambuknya dengan hukum had?” Abu Ja’far berkata : “Karena ia telah berdusta tentang Ibu Ibrahim Shallallahu ‘alaihi” . (Al-Mahdi) sebagai kesengsaraan/penderitaan ” (Bihaarul Anwaar 52/114-115)
Adapun Imam Mahdi Ahlus Sunnah diutus membawa rahmat dan kasih sayang sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam diutus sebagai rahmat untuk alam semesta.
Kedua : Imam Mahdi diutus untuk menegakkan hukum had bagi Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu ‘anhaa, sebagaimana jelas dalam riwayat di atas. Dan ini sungguh merupakan kekonyolan kaum Syi’ah, jika memang Aisyah telah melakukan kesalahan,
– Lalu kenapa hukumannya ditunda??. Jika alasannya tidak mungkin ditegakan di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, karena Nabi diutus membawa rahmat, maka kenapa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menegakan hukum had kepada yang lainnya??. Bahkan Nabi berkata :
“Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah jika ada orang yang terpandang (bernasab mulia) mencuri diantara mereka maka mereka membiarkan, dan jika ada orang lemah yang mencuri maka mereka menegakkan hukum has miliknya. Demi Allah jika seandainya Fathimah putri Muhammad mencuri maka aku akan potong tangan” (HR Al-Bukhari no 3475 dan Muslim no 1688)
– Jika tidak memungkinkan ditegakan hukum had untuk Aisyah di zaman Nabi, lalu kenapa Ali tatkala menjadi Khalifah tidak menegakkan hukum had tersebut?!!. Bukankah Ali adalah imam pertama menurut syiah??
Ketiga : Imam Mahdi mengeluarkan jasad Abu Bakar dan Umar dari kuburan mereka berdua lalu menyalib keduanya.
(al-Anwaar an-Nu’maniyah 2/52)
Keempat : Al-Mahdi (versi Syi’ah) akan membunuh bangsa Arab.
Abu Abdillah ‘alaihis salaam berkata : “Jauhilah Arab, karena sesungguhnya mereka memiliki khabar yang buruk. Sesungguhnya tidak seorangpun dari Arab yang keluar bersama Al-Qooim (Al-Mahdi)” (Bihaarul Anwaar 52/333)
Entah kenapa Imam-Imam Syi’ah begitu benci kepada orang Arab, hingga imam Abu Abdillah Ja’far As-Shoodiq mewashiatkan untuk menjauhi orang Arab??. Apakah karena syi’ah adalah agamanya orang Persia yang hasad kepada kaum muslimin yang asal agama mereka dari Arab??!!. Sampai-sampai orang-orang Arab di akhir zaman kafir seluruhnya, karena tidak seorangpun dari mereka yang mengikuti Imam Mahdinya Syi’ah !!
Abu Abdillah ‘alaihis salaam berkata : “Dan sesungguhnya Al-Qooim (Al-Mahdi) berjalan di bangsa Arab dengan apa yang ada pada al-Jafr merah”. Aku berkata : “Apa itu jafr merah?”. Abu Abdillah lalu melewatkan telunjuknya ke lehernya lalu berkata : “Demikian” yaitu penyembelihan” (Bihaarul Anwaar 52/313)
Dalam riwayat yang lain Abu Abdillah berkata :
“Tidak ada yang tersisa antara kami dengan bangsa Arab kecuali penyembelihan” –dan ia memberi isyarat dengan tangannya ke lehernya- (Bihaarul Anwaar 52/249)
Betapa sadisnya Imam Mahdi Syi’ah yang akan menyembelih bangsa Arab ??!!
Kelima : Al-Mahdi akan menghancurkan seluruh masjid yang mulia, termasuk masjidil haram dan masjid nabawi
Abu Ja’far ‘alaihis salaam berkata :
“Jika telah muncul al-Qooim (Al-Mahdi) maka ia akan berjalan menuju Kufah lalu ia menghancurkan di sana 4 mesjid, dan tidak ada satu mesjidpun di atas muka bumi yang memiliki kemuliaan kecuali ia menghancurkan…” (Bihaarul Anwaar 52/339)
Abu Abdillah ‘alaihis salaam berkata : “Al-Qooim (Al-Mahdi) menghancurkan al-Masjid al-Harom hingga ia mengembalikannya rata hingga dasarnya, dan menghancurkan masjid Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam hingga dasarnya, dan ia mengembalikan ka’bah pada tempatnya dan menegakannya di atas pondasinya, dan ia memotong tangan Bani Syaibah para pencuri, lalu ia menggantungkan tangan-tangan mereka tersebut di Ka’bah” (Bihaarul Anwaar 52/333)
Keenam : Mahdinya Syi’ah akan dihukum dengan Alu Dawud
Al-Kulaini dalam kitabnya Ushuul Al-Kaafi membuat sebuah bab :
“Bab : Para imam jika muncul kasus mereka maka mereka akan dihukum dengan hukum nabi Dawud dan keluarga Dawud…” (Ushuul Al-Kaafi 1/462)
Lalu setelah itu al-Kulaini membawakan beberapa riwayat yang menunjukkan akan hal ini. Diantaranya :
Abu Abdillah berkata :
“Wahai Abu ‘Ubaidah, jika muncul al-Qooim (al-Mahdi) dari keluarga Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam maka ia akan dihukum dengan hukum Dawud dan Sulaiman…” (Ushuul Al-Kaafi 1/462)
Abu Abdillah juga berkata
“Tidaklah akan sirna dunia ini hingga keluar seorang lelaki dariku, yang berhukum dengan hukum Alu Dawud, dan tidak bertanya bayyinah, ia memberikan setiap jiwa haknya” (Ushuul Al-Kaafi 1/463, dan juga disebutkan oleh Al-Majlisi di Bihaarul Anwaar 52/320)
Ketujuh : Mahdi Syi’ah membangkitkan pengikutnya dari Bani Israil
Al-Majlisi menyebutkan riwayat :
Abu Abdillah ‘alaihis salam berkata : “Jika muncul Al-Qooim dari keluarga Muhammad maka ia akan mengeluarkan dari atas Ka’bah 27 orang, 25 lelaki dari kaum nabi Musa yang mereka telah dihukum dengan kebenaran dan keadilah, 7 orang dari yang masuk di goa (ashabul kahfi), dan Yuysya’ (bin Nuun) yang diberikan washiat oleh Musa, seorang lelaki mukmin dari keluarga Fir’aun, Salman Al-Faarisi, Abu Dujaanah Al-Anshoori dan Malik Al-Asytar” (Bihaarul Anwaar 52/346)
Imam Mahdi Syiah = banyolan bin dagelan, Sadis, Imam yang sangat ganas dan haus darah ahlus sunnah.
Imam Mahdinya Syi’ah Ketakutan, Sehingga Sembunyi Semenjak 1200 Tahun Lalu (Padahal Sang Imam Sangat Sakti?), tatkala sang imam masih kecil (belum baligh/dewasa)), hingga saat ini belum muncul-muncul juga. Sungguh tidak ada khurofat yang lebih banyol dan lucu dari khurofat syi’ah ini. Akan tetapi kaum syi’ah tetap ngeyel mempercayai ini, karena bagi mereka percaya akan “hilangnya” imam terakhir mereka ini merupakan dasar iman yang kokoh. (Ushuul Al-Kaafi 1/396)
Allah Ta’ala berfirman,
لَقَدْ رَضِيَ اللّٰهُ عَنِ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ يُبَايِعُوْنَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِيْ قُلُوْبِهِمْ
“Sungguh Allah telah rida kepada orang-orang beriman itu (para sahabat Nabi) ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah sebuah pohon. Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka.” (QS. Al-Fath: 18)
Allah Ta’ala berfirman,
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
“Dan orang-orang yang terdahulu dan pertama-tama (masuk Islam), yaitu kaum Muhajirin dan Anshar dan juga orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya.” (QS. At-Taubah: 100)
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
“Sebaik-baik manusia adalah generasi di masaku (para sahabat Nabi), kemudian yang mengikuti mereka, kemudian yang sesudah mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ’anhu)
Dari sini kita mengetahui bahwa mencintai para sahabat Nabi dan memuliakan mereka merupakan perkara yang sangat mendasar di dalam agama Islam. Allah telah memuji mereka dan meridai mereka dan menjadikan keridaan-Nya bagi orang-orang yang mengikuti para sahabat dengan baik. Allah Ta’ala mengetahui apa yang ada di dalam hati para sahabat itu.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda,
آيَةُ الإيمَانِ حُبُّ الأنْصَارِ، وآيَةُ النِّفَاقِ بُغْضُ الأنْصَارِ
“Tanda keimanan adalah mencintai kaum Anshar, dan tanda kemunafikan adalah membenci kaum Anshar.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu)
Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullah (wafat 321 H) berkata,
وَنُحِبُّ أَصْحَابَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَلَا نُفَرِّطُ فِي حُبِّ أَحَدٍ مِنْهُمْ
“Dan kami (ahlusunah waljamaah) mencintai para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan kami tidak melampaui batas dalam mencintai salah seorang dari mereka.” (Lihat Matan Al-’Aqidah Ath-Thahawiyah no. 93)
Imam Abu Zur’ah Ar-Razi rahimahullah (wafat 264 H) berkata,
إِذَا رَأَيْتَ الرَّجُلَ يَنْتَقِصُ أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَّ فَاعْلَمْ أَنَّهُ زِنْدِيقٌ
“Apabila kamu melihat ada seseorang yang sengaja menjelek-jelekkan salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ketahuilah bahwa dia adalah zindik (sesat dan menyimpang).” (Lihat Al-Kifayah fi ‘Ilmi Ar-Riwayah hal. 49 oleh Al-Khathib Al-Baghdadi)
Jangan jd konsumen berita, jadilah pembaca sejarah. Saud bin Yahudi
Ingat buat orang Islam, jangan tinggal Qur’an dan Sunnah Nabi, baca dan amalkan.
Orang Islam akan selalu ingat pengkhianatan Abdullah bin Saba’