MBG Hasil Efisiensi?

  • Pernyataan bahwa anggaran program MBG berasal dari efisiensi tentu terdengar meyakinkan. Tetapi pertanyaan mendasarnya sederhana: efisiensi untuk apa dan ke mana.
  • Dalam ekonomi publik, efisiensi bukan sekadar memangkas lalu mengalihkan anggaran ke pos lain yang bersifat konsumtif.
  • Efisiensi yang sehat adalah realokasi dari belanja rendah produktivitas menuju belanja yang meningkatkan kapasitas produksi nasional—baik melalui investasi infrastruktur produktif, penguatan industri, peningkatan kualitas SDM berbasis keterampilan, atau reformasi sistem logistik yang menurunkan biaya ekonomi.
  • Belanja konsumsi memang memiliki efek multiplier jangka pendek. Tetapi multiplier itu sering bersifat temporer.
  • Ia menciptakan perputaran uang, bukan penciptaan basis pajak yang permanen. Negara membutuhkan tax base expansion, bukan sekadar demand stimulus.
  • Jika efisiensi hanya dipakai untuk membiayai konsumsi, maka APBN tetap berat. Defisit tetap melebar. Rasio bunga terhadap penerimaan (interest to revenue ratio) tetap tinggi. Risiko fiskal tetap membayangi.
  • Sebaliknya, ada pilihan yang lebih strategis: Efisiensi digunakan untuk menurunkan defisit. Hasilnya APBN mendekati surplus primer. Dampaknya Rating sovereign membaik, yield surat utang turun, biaya bunga jadi lebih murah. Ruang fiskal makin longgar. Itu namanya efisiensi struktural.
  • Di pasar global, kredibilitas fiskal adalah mata uang paling mahal. Rating yang kuat bukan soal gengsi, tetapi soal biaya modal. Satu notch kenaikan rating bisa menurunkan cost of borrowing ratusan miliar hingga triliunan rupiah dalam jangka panjang.
  • Efisiensi sejati berarti memilih antara Popularitas jangka pendek atau Stabilitas fiskal jangka panjang.
  • Negara yang cerdas tahu bahwa konsumsi boleh penting, tetapi produktivitas adalah fondasi.
  • Dan kalau memang ingin benar-benar efisien, maka efisiensi itu harus memperkuat neraca—bukan sekadar memindahkan beban.

Smart fiscal policy bukan soal retorika, melainkan soal arah.

(āœšŸ»Erizeli Jely Bandaro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *