Lempar batu sembunyi tangan, Kalian memang ahlinya

Kalian masih ingat demo menolak UU Cipta Kerja tahun 2020? Yes! Di demo ini, halte sarinah dibakar.

Karena tahun 2020 itu teknologi HP, rekaman, live streaming sudah ada, maka tidak heran jika rekaman-rekaman pelaku pembakaran ada. Jelas sekali. Tidak terbantahkan.

Wartawan Tempo, juga Narasi, bahkan membuat liputan khusus soal ini. Video-video saat pembakaran, wajah pelaku, fisik pelaku, terlihat semua dengan akurat. Seperti di screenshot postingan ini.

Pertanyaannya, apakah pelaku ini yang jadi tersangka? Lain sekali orangnya. Silahkan kalian tonton video laporan jurnalistik Tempo dan Narasi (video dibawah -red). Cari saja, google, nanti ketemu. Kurang apa lagi coba laporan ini. Nah, apakah aparat menangkap orang-orang ini? (NO)

Sudahlah, my friend, saya sih sejak lama sudah males lihat ribut-ribut soal pembakaran fasilitas publik ini. Kalian itu pembual, pembohong, dan pengecut satu paket. Setiap demo, ribut2, maka yg kalian salahkan antek aseng, donatur, yg menunggangi, kemudian netizen bego2 itu mengaminkan hal2 ini. Provokator dicari2, anarko dicari2. Menyalahkan demonstran. Tapi substansi dari demo, apakah diselesaikan? Tidak. Mereka alihkan fokus ke fasilitas publik yg dibakar.

Jujur sajalah, kenapa driver ojol yg dilindas rantis sampai viral? Simpel. Karena ada rekaman videonya. Jika CCTV dimatikan, tdk ada rekaman publik, kasus ini sama kayak KM50. Tapi karena videonya terlanjur menyebar kemana2, kalian tdk bisa membantah. Yg tersisa adalah: alihkan ribut2 ke pembakaran fasilitas publik, penjarahan, bla bla bla.

Silahkan tonton liputan wartawan tentang pembakaran halte tahun 2020. Kalian akan paham. Tonton sampai habis. Jangan cuma ngandelin nonton video tik tok joget2, oke gas oke gas. Itu sih cuma bikin kalian tambah bego.

Merusak fasilitas publik itu jelas terlarang, melanggar hukum. Tapi kamu tangkap dong pelaku sesungguhnya. Jika itu memang pendemo, habisi! Tapi kok lain loh ini yg ditangkap? Sejak 2020 beginiii saja kasusnya. Kalian itu sejak SD diajarin pribahasa, “lempar batu sembunyi tangan”, tidak?

(TERE LIYE)

*link liputan:

Komentar