KRONOLOGI

Kronologi

Pernyataan Pak Menlu soal iuran Board of Peace yang akan dibayar Indonesia sebesar 1 Miliar USD (17 Triliun) menyinggung soal “kronologi” dan bahwa uang itu akan dipakai untuk rekonstruksi Gaza.

Pertama, soal kronologi. Awalnya Trump bikin 20 poin gencatan senjata/perdamaian (yang sangat tidak adil, sama sekali tidak menyebut sanksi untuk Israel; yang dilucuti senjata justru pejuang Palestina, bukannya serdadu Zionis yang sudah membunuh 680.000 orang di Gaza, dll).

Lalu, November 2025, DK PBB mengadopsi Resolusi 2803 yang menyetujui dibentuknya Dewan Perdamaian Gaza yang bertujuan melaksanakan 20 poin itu. Eeh… yang dilakukan Trump malah membentuk Dewan Perdamaian versinya sendiri, dengan Piagam yang dia susun sendiri, yang isinya TIDAK MENYEBUT KATA PALESTINA atau GAZA sama sekali.

Aturannya: kalau tidak bayar 17 T, maka suatu negara akan jadi anggota TIGA TAHUN saja. Tapi, kalau bayar (dan harus dalam 1 tahun pertama), negara itu jadi anggota permanen.

Apakah dana 17 T itu untuk rekonstruksi Gaza? Ya belum tentu. Kan ini untuk keanggotaan BoP. Di Piagam BoP, Gaza tidak disebut dan BoP Trump ini dinyatakan untuk membangun perdamaian secara umum. Jadi, belum tentu untuk Gaza.

Nah, BoP ini membentuk DEWAN EKSEKUTIF GAZA (DEG) yang ditugasi mengurusi rekonstruksi Gaza. Orang yang terdepan mengurus DEG ini adalah menantunya Trump, seorang Yahudi Zionis, Jared Kushner. Dia sudah mempresentasikan rencana induk pembangunan Gaza: gedung-gedung pencakar langit yang mewah, resort, dll. Yang invest: orang-orang kaya pengusaha real estate. Yang akan mengawasi pembangunan proyek ini: Yakir Gabay, miliarder Israel penguasa real estate.

Jika seluruh gedung mewah itu selesai, APA ORANG GAZA YANG MENIKMATI? Ada yang percaya, mereka akan dikasih gratis permukiman mewah itu? Kalaupun disuruh bayar, orang Gaza dapat duit dari mana? Ada yang percaya, Trump mau sedekah rumah mewah untuk orang Gaza? Sudah pasti, orang Gaza hanya akan dijadikan pekerja, buruh bangunan, cleaning service, dll. Rumah untuk mereka sudah disiapkan, yaitu kamp permukiman di pojokan Rafah dengan istilah “kota kemanusiaan.”

Jadi, demikian kronologinya.

(Dina Sulaiman)

Komentar