KOMUNIKASI LINGKUNGAN TERDEKAT PRABOWO CUKUP BURUK….

KOMUNIKASI LINGKUNGAN TERDEKAT PAK PRABOWO CUKUP BURUK….

✍🏻Azwar Siregar

Ya, lagi-lagi saya harus kritik ini. Komunikasi dilingkaran inti Pak Prabowo itu cukup buruk. Bahkan menurut saya sangat-sangat buruk sekali.

Begitu banyak pencapaian dan prestasi yang sudah dilakukan oleh Pak Prabowo, tidak sampai ke masyarakat.

Diluar pendukung Pak Prabowo, Netizen kita cuma tahunya Pak Prabowo adalah cuma penerus bahkan sekedar “boneka” Pak Jokowi. Cuma bisa joget-joget “Ok gas-ok gas”.

Apalagi umumnya Netizen kita bersumbu pendek. Lihat Berita cuma baca judul doang.

Seperti berita ini. Kalau cuma sekedar baca judul, ya ngamuk dong. Mosok sudah dicabut ijinnya tapi masih beroperasi?

Padahal penjelasannya cukup sederhana. Pemerintah memang mencabut ijin 28 Perusahaan yang diduga terkait dengan kerusakan alam yang menyebabkan Banjir Bandang di Sumatera Bagian Barat.

Tapi Perusahaan-Perusahaan tersebut masih berhak mengajukan evaluasi. Sederhananya kita sebut aja Banding.

Sambil menunggu Kementerian Terkait dan Aparat Penegak Hukum bekerja, beberapa dari Perusahaan masih beraktivitas.

Ya, mungkin ada yang masih mengejar komitmen ke buyer. Menyelesaikan target. Sambil menunggu “banding” mereka.

Kita kan bukan Negara Otoriter. Keputusan Presiden mencabut ijin Perusahaan memang bisa disebut Produk Hukum. Tapi Produk Hukum tertinggi kita ya tetap Keputusan Pengadilan.

Kalau misal kedepan Kementerian Terkait atau Penegak Hukum tidak menemukan Pelanggaran dan menyatakan temuan satgas PKH ada kekeliruan, ya ijin harus dikembalikan.

Saya bukan mau membela pihak manapun.
Secara pribadi saya sangat mendukung keputusan pencabutan Ijin ke 28 Perusahaan tersebut.

Bila perlu, semua Perusahaan-perusahaan yang merambah Hutan ijinnya dicabut semua. Masyarakat yang menggarap juga harus ditolak. Kembalikan Hutan kewujud aslinya.

Tapi di sisi lain, Negara kita tidak bisa bertindak otoriter. Hukum harus jadi Panglima. Kalau ngga, ya Investor bakal kabur semua dari Indonesia.

Jadi dalam hal ini Pemerintah atau Istana sudah bertindak benar. Saya lihat Pemerintah serius kok mencabut Ijin ke 28 perusahaan tersebut.

Buktinya Presiden sudah meminta Danantara menyiapkan Tim yang akan memastikan kegiatan Ekonomi di Perusahaan-perusahaan tersebut tidak terhenti.

Karena hal ini juga menyangkut nasib ribuan karyawan di Perusahaan-perusahaan tersebutkan?

Kita ini sedang membersihkan Benalu dari Pohon Mangga. Pohon Mangganya harus tetap hidup. Jangan gara-gara Benalunya Pohon Mangga ditebang. Gimana nasib ribuan kumbang?

Komentar