Kok bisa sih kalian enggak kesel melihat kenyataan seperti itu wahay para pemuja MBG

✍🏻Catatan kritis Nia Perdhani:

Anak ketua DPRD Sulsel punya 41 dapur. Anak mantan Bupati Bandung Barat punya 15 dapur. Itu baru yang jujur buka-bukaan. Yang diem-diem aja juaaauuhh lebih banyak. Udah gitu rakyatnya tu masih percaya aja kalau uang trilyunan itu rakyat yang paling banyak diuntungkan.

Sebanyak-banyak yang rakyat dapat ya makan siang gratis anak-anak itu ajaa yang nilainya pun udah disunat-sunat. Kita tu layak dapat yang jauh lebih baik dari itu dengan dana segitu banyak trilyunan.

Konglo-konglo itu enak banget. Modal 1.5 M kali sekian itu gampang dapatnya buat mereka. Tapi imbal baliknya berkali lipat besarnya. Bisnis yang gak ada kata rugi. Karena pembelinya sudah dikasih pemerintah. Biaya operasional dikasih pemerintah. Labanya sudah terlihat jelas di depan mata. Bayangkan bisnis apa yang segitu enaknya?

Awal-awal iya mereka belanja dari rakyat. Begitu berjalannya waktu, ngeliat “lho ini kalo ayamnya kusuplai dari pabrikku sendiri untungku tambah banyak dong”. Bikinlah mereka usaha peternakan dan pemotongan ayam. Air bersih yang tadinya beli dari masyarakat, lha enak bikin sendiri dong. Punya SPPG 40 buat apa? Kalopun bukan punya sendiri, ya punya sirkel2nya juga akhirnya. Aku kenal sama kang galon yang tadinya nyuplai sppg eh diberhentiin ordernya. Supplier airnya yang baru dari… hmm ga usah disebut institusinya.

Kok bisa sih kalian enggak kesel melihat kenyataan seperti itu wahay para pemuja MBG 😅.

Serius ya. Tampaknya makin kesini kita sebagai bangsa ini memang makin tidak punya integritas. Mungkin emang hasil didikan elit dari tahun ke tahun yang menjadikan kita kayak gini. Mata kita itu jadi rabun. Pandangan kita nggak lagi jelas apakah konflik kepentingan, kolusi, korupsi, nepotisme yang pernah mati-matian kita lawan itu memang perlu kita lawan. Asal kecipratan, maka itu jadi sesuatu yang baik di mata kita.

Ada politik anggaran yang nggak berpihak ke rakyat, kita bilang yah semua juga gitu. Ada pejabat yang keluarganya garap proyek, ah semua juga gitu. Trus ini mau main preman-premanan aja gitu tah berbangsa dan bernegara ini? Siapa yang kuat, punya sirkel hebat-hebat ya nikmat gitu aja pokoknya sih 😅.

Kita sebagai rakyat itu sangat berhak memperoleh jauh lebih banyak dan lebih baik daripada sekedar makan siang buat anak-anak yang acapkali tidak memenuhi standar. Kita berhak memperoleh pendidikan yang baik dan gratis buat anak-anak kita. BENAR-BENAR BAIK DAN GRATIS tanpa ada pungutan-pungutan yang tidak semestinya ada. Kita berhak memperoleh pendidikan tinggi yang baik dan terjangkau. Bukan hanya untuk warga miskin. Sobat menengah mepet bawah ini buuanyak jumlahnya pak bu. Ke bawah tidak diakui. Ke atas tidak mampu.

Kita berhak atas berbagai macam layanan publik yang baik dan mudah dijangkau. Itu sudah selayaknya disediakan pemerintah. Kenapa milih cuma dapat MBG yang ujung-ujungnya menguntungkan segelintir kalangan. Bahkan menkes sudah mewacanakan BPJS mau diberikan untuk warga miskin saja. Sekali lagi, kita yang di tengah hampir ngglundung ke bawah ini apa disuruh ngglundung sekalian aja biar dilayani pemerintah?

Bukan iri dengki sama kesuksesan orang lain, bukan. Tapi saya emang dengki kalau uang negara dihambur-hamburkan dan lagi lagi hanya memperkaya elit dan kroni2nya. Kalo emang politik anggarannya benar-benar berpihak pada rakyat, enggak gitu mainnya bosque.

(sumber: fb)

Komentar