Keraknya Syi’ah
Ini adalah foto pemimpin agama dan tetua Syi’ah Imamiyah di Suriah.
Mereka menyatakan dukungan kepada imam negara, yaitu Sayyid Rais Ahmad al-Syara’ alias Abu Muhammad al-Jaulani.
Dahulu orang-orang Syi’ah ini adalah milisi pendukung Assad yang beperang sangat sengit melawan pejuang oposisi.
Kota mereka adalah basis Syi’ah terbesar di Aleppo, yaitu Nubl dan Zahra. Wilayah yang tak bisa disentuh oleh pejuang faksi manapun baik JN, Ahrar Syam, FSA sampai HTS. Bahkan setelah dikepung selama 2013-2016.
Nubl dan Zahra adalah benteng alami. Lokasinya lebih tinggi dan terdapat hamparan pertanian luas di sisi timur, serta perbukitan kokoh di sisi barat.
Serangan apapun dari pejuang oposisi bisa ditangkal oleh penduduk Nubl dan Zahra, karena musuh yang mendekat adalah sasaran empuk untuk ditembaki duluan.
Sampai akhirnya pada Desember 2024, ketika puluhan ribu pasukan Assad di kota Aleppo kocar-kacir oleh serbuan HTS (pasukan mujahidin yang dipimpin Ahmad Al-Sharaa).
Puluhan ribu penduduk Syi’ah juga ketakutan. Para milisi Nubl dan Zahra mengalami kejatuhan moral, melihat junjungannya Basyar al-Assad kalah. Iran yang dianggap pelindung Syi’ah seluruh dunia pun kabur duluan.
Kegelisahan menggelayuti hati demi hati di Nubl dan Zahra. Mereka membayangkan kota akan segera banjir darah, pasukan Jihadis Jaulani yang selama ini mereka kutuk sebagai Wahabi Takfiri Nashibi, akan menggorok orang Syi’ah satu per satu.
Saat itu orang-orang bersenjata dari HTS, SNA dan faksi lain telah berada di pinggiran kota.
Laki-laki di Nubl dan Zahra berencana mengorbankan diri, membuka jalur pelarian bagi wanita dan anak-anak Syi’ah agar bisa kabur ke wilayah yang dianggap lebih aman bagi mereka, misalnya daerah yang dikontrol SDF.
Tapi apa yang terjadi, dengan mudah pasukan HTS menyergap jalur pelarian rombongan wanita dan anak-anak Syi’ah.
Pasukan HTS menyapa mereka dengan lembut, mau kemana Umm kenapa terburu-buru? 😀
Wanita dan anak-anak Syi’ah yang kehausan tak cuma diberi minum dan makanan, malah diajak untuk segera naik ke truk dan mobil untuk diantar pulang ke kotanya Nubl dan Zahra.
Kota Syi’ah yang berperang melawan Jihadis selama 14 tahun resmi menyerah, tanpa pertumpahan darah.
Penduduk Syi’ah ramai-ramai menurunkan bendera Assad dan membuang fotonya. Sebagai gantinya menaikkan bendera baru Suriah yang memiliki arti pembebasan.
Sementara di sisi Syi’ah yang lain, Iran sebagai pendukung Assad pun sudah move on. Baru-baru ini presiden Iran membuka bobroknya Basyar al-Assad yang telah menjebak Iran dalam perang Suriah.
Iran dibikin seperti pelaku judol yang terjerat sedikit demi sedikit di perang Suriah, sampai tak terasa menghabiskan banyak uang di sana. Iran dibikin tak punya pilihan lain selain dukung Assad, karena kalau Assad kalah maka semua uang menguap sia-sia.
Salah satu contohnya adalah rekonstruksi bodong. Assad menarik uang Iran dengan iming-iming investasi, tapi ternyata cuma diberi properti busuk puing-puing perang. Sementara uang yang diserahkan ke Assad menguap entah dipakai apa. Kata presiden Iran, mungkin dibawa kabur Assad dan keluarganya ke Rusia atau disimpan di negara lain.
Makanya saat Aleppo dibebaskan HTS, Iran akhirnya sadar agar segera berhenti, seperti pelaku judol yang digugat cerai istrinya.
Iran tak lagi memikirkan cara melindungi Assad sampai Damaskus, yang realistis adalah segera mundur secepatnya ke pangkalan Rusia di Latakia, lalu dijemput pulang ke Teheran. Iran sadar selama ini hanya mendukung Anjing kurap, bukan Singanya Syi’ah.
Begitu pula dengan Hezbollah di Lebanon, sejak kemenangan Jaulani, media mereka tak lagi berkomentar buruk tentang HTS.
Syi’ah Ismailiyah lebih kenceng lagi, baru beberapa minggu Jaulani jadi presiden, pemimpinnya langsung kasih sumbangan 100 juta Dollar.
Tapi diantara Syi’ah itu, ada 1 jenis yang sangat keras kepala. Mereka adalah keraknya Syi’ah. Mereka tidak pernah move on dari mendukung Assad. Bagi mereka Assad si Anjing kurang yang sekarang jadi gamers di Rusia, adalah benteng pembela Palestina, pahlawan yang ditikam Jaulani.
Ironisnya, Syi’ah jenis ini justru ada di Indonesia. Mereka secara militan berkomentar negatif dalam postingan apapun tentang negara Suriah dan Jaulani. Seolah itu berpahala sebagaimana kawin mut’ah dan memungut lempung di kuburan keramat Karbala.
(Pega Aji Sitama)







Great information shared.. really enjoyed reading this post thank you author for sharing this post .. appreciated