Kenapa sebagian orang Jepang terlihat takut ketika mendengar kata “agama”?
Dulu saya juga penasaran dengan hal ini.
Saya orang Jepang, dan setelah menjadi seorang Muslimah, saya mulai memahami bahwa hubungan masyarakat Jepang dengan agama cukup kompleks.
Salah satu alasannya adalah pengalaman traumatis pada tahun 1995.
Saat itu, kelompok keagamaan Aum Shinrikyo melakukan serangan gas sarin di kereta bawah tanah Tokyo. Kejadian tersebut menewaskan dan melukai banyak orang, serta meninggalkan trauma besar di masyarakat Jepang.
Sejak saat itu, bagi sebagian masyarakat Jepang, agama atau kelompok keagamaan tertentu bisa langsung dikaitkan dengan sesuatu yang berbahaya atau mencurigakan.
Tapi ada hal yang menarik…
Orang Jepang sebenarnya tidak berarti tidak punya kepercayaan.
Banyak yang masih mengunjungi kuil, berdoa, mengikuti festival keagamaan, dan melakukan ritual untuk keluarga.
Hanya saja, banyak yang tidak merasa perlu menyebut dirinya “religius”.
Ketika saya menjadi Muslimah, saya pun belajar bahwa menjadi seorang Muslim di Jepang membutuhkan pemahaman dan komunikasi.
Saya tidak ingin orang Jepang takut kepada Islam hanya karena pengalaman buruk dengan kelompok agama tertentu.
Saya berharap mereka bisa mengenal Islam bukan dari prasangka, tetapi dari orang Muslim yang mereka temui sehari-hari.
Karena terkadang…
yang kita takuti bukan agamanya, tetapi pengalaman buruk yang pernah kita dengar tentang agama. 🇯🇵🤲🏻❤️
(fb Sakura Agung)







