Kenapa Harga Emas Meroket Terus?

Harga emas terus melonjak hingga mencetak rekor baru di akhir Januari 2026. Di pasar domestik, harga emas Antam bahkan telah menembus angka Rp3,3 juta per gram pada akhir Januari 2026.

Kombinasi krisis global dan kebijakan ekonomi Amerika Serikat menjadi biang keroknya.

Berikut adalah penyebab utama kenaikan harga tersebut:

  • Ketidakpastian Geopolitik & Ekonomi: Perang dagang yang diinisiasi Presiden Donald Trump dan ketegangan politik global mendorong investor mengalihkan aset mereka ke emas sebagai safe haven (aset aman).
  • Pelemahan Dolar AS: Nilai tukar dolar yang melemah secara signifikan membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan global meningkat.
  • Ekspektasi Penurunan Suku Bunga: Adanya tekanan terhadap independensi bank sentral AS (The Fed) untuk terus memangkas suku bunga membuat emas lebih menarik dibanding aset berbunga seperti obligasi.
  • Aksi Borong Bank Sentral: Bank-bank sentral dunia terus melakukan diversifikasi cadangan devisa dengan membeli emas dalam jumlah besar (rata-rata 800–1.000 ton per tahun).
  • Kekhawatiran Inflasi: Lonjakan harga komoditas dan utang pemerintah yang membengkak memicu kekhawatiran inflasi, di mana emas dianggap sebagai instrumen pelindung nilai (hedging) yang paling efektif.

Analis dari Goldman Sachs memprediksi harga emas dunia bisa mencapai US$5.000 per troy ons pada akhir 2026 jika tren ketidakpastian ini berlanjut.

Komentar