Sejumlah kelompok perlawanan di kawasan Timur Tengah menyampaikan ucapan selamat kepada Republik Islam Iran setelah terpilihnya Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin baru Revolusi Islam.
Dalam pernyataan terpisah, berbagai organisasi yang tergabung dalam poros perlawanan regional menyatakan dukungan mereka terhadap kepemimpinan baru di Teheran serta menegaskan kembali hubungan erat dengan Republik Islam Iran.
Gerakan perlawanan Lebanon, Hezbollah, dalam pernyataannya mengucapkan selamat kepada Ayatollah Mojtaba Khamenei atas pemilihannya sebagai pemimpin tertinggi baru. Kelompok tersebut menegaskan bahwa hubungan strategis antara Hezbollah dan Iran akan terus berlanjut.
Hezbollah juga menyatakan kembali komitmennya terhadap prinsip-prinsip Revolusi Islam dan menyatakan kesetiaan kepada Ayatollah Mojtaba Khamenei. Di bawah kepemimpinan barunya, kelompok itu menegaskan akan mengerahkan seluruh upaya untuk mewujudkan cita-cita Revolusi Islam sebagaimana digariskan oleh Imam Khomeini.
Dalam pernyataan tersebut, para pejuang Hezbollah menegaskan bahwa mereka berada di bawah komando Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin otoritas tertinggi (Vali-ye Faqih). Mereka juga bersumpah akan membuat Amerika Serikat dan pihak-pihak yang mereka sebut sebagai kekuatan arogan global menyesali setiap bentuk agresi.
“Di bawah kepemimpinan pemimpin kami, kami akan terus bertahan dan melawan hingga napas terakhir dan tetes darah terakhir,” demikian bunyi pernyataan itu.
Ucapan selamat juga datang dari gerakan perlawanan Yaman, Ansarullah. Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menilai proses transisi kepemimpinan di Iran berlangsung mulus dan mencerminkan ketahanan sistem politik negara tersebut.
Ansarullah turut menyampaikan selamat kepada Ayatollah Mojtaba Khamenei atas penunjukannya sebagai Pemimpin baru Revolusi Islam.
Secara terpisah, anggota senior Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mohammed Ali al-Houthi, juga menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah dan rakyat Iran.
“Kami mengucapkan selamat atas terpilihnya Seyyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam Iran, kepada kepemimpinan dan rakyat Iran,” ujar al-Houthi.
Ia menambahkan bahwa pergantian kepemimpinan tersebut menunjukkan kekuatan serta kohesi sistem politik Iran. Menurutnya, proses itu mencerminkan persatuan, kesiapan, dan soliditas negara serta rakyat Iran.
Al-Houthi juga menyebut sistem pemerintahan Iran sebagai sistem yang tangguh, dengan para pemimpin dan rakyat yang memiliki daya tahan tinggi serta tidak mudah dikalahkan.
Sementara itu, Abu Hussein al-Hamidawi, Sekretaris Jenderal Kata’ib Hezbollah di Irak, turut menyambut terpilihnya Sayyed Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin sekaligus figur yang memimpin barisan kekuatan perlawanan di tingkat global.
Menurutnya, keputusan tersebut mencerminkan ketajaman dan pandangan strategis Majelis Ahli Iran dalam menghadapi tantangan besar yang sedang dihadapi negara tersebut.
Ia menggambarkan pemimpin baru Iran sebagai sosok yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan kompetensi yang diperlukan untuk memikul tanggung jawab besar pada masa yang penuh tantangan saat ini.
Pada Minggu (8/3), Majelis Ahli Iran yang beranggotakan 88 orang secara resmi memilih Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei sebagai penerus ayahnya, pemimpin Revolusi Islam yang gugur, Imam Khamenei.







al shaara si munafik mana suaramu?