Kalau mau obyektif, koalisi pimpinan Arab Saudi lah yang memicu peperangan

Kalau mau obyektif, koalisi pimpinan Arab Saudi – lah yang pertama meluncurkan serangan udara ke Bandara Internasional Sana’a pada 13 Juli 2026.

Ini adalah serangan militer pertama setelah 4 tahun gencatan senjata disepakati tahun 2022.

Houthi membalas dengan meluncurkan rudal balistik ke wilayah selatan Arab Saudi dan menyerang kilang minyak Saudi Aramco di Jizan, serta Bandara Abha CFR.

Jual beli serangan ini memicu perang baru di Yaman yang semula damai.

Apakah saya pro Houthi? Tentu tidak. Tapi kejujuran itu membebaskan jiwa.

Hanya saja saya heran dengan Fatwa Ulama Saudi ini, yang bungkam terhadap kekejaman Isra-Hell . 

(Ustadz Budi Hidayat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 komentar

  1. takut dia pak dengan MBS/mossad bin shalom temannya si Epstein… kalo gak ngomong gitu atau ngomong jujur… nanti di penjara.

    ya kan Ali biji

    mana Ali biji

    kok kau gak percaya Ali biji datang ke rumahku biar kita debat.

    Ali…ali ngechat kok nipu
    atau ente taqiyah ya

  2. tentara saudi tapi isinya orang kulit hitam dari Sudan, bangladesh, india , orang arab salafi gak berani mati, soalnya salafi arab seperti yahudi kecintaan pada dunia begitu melekat, pokoknya Duduk Duduk pengajian di ruang AC makan daging unta tapi sudah merasa punya kapling surga sambil merendahkan kelompok lain, yang jihad biar orang non arab saja, semoga Allah hancurkan para salafi dan syiah

  3. HANYA ULAMA² SUU’ SAJA LAH YANG AKAN BUNGKAM TERHADAP KEJAHATAN² MUSUH ISLAM SI TRUMP + SI SETANYAHU.. BAHKAN MEREKA KOLABORASI MENJADI BAGIAN DARI KEJAHATAN² ZIONISME GLOBAL (SI SETANYAHU + SI TRUMP)..

    NAUDZUBILLAAHI MIN DZAALIK!

  4. bani Saud ini ketularan ASu. awalnya pemerintah yaman kan kisruh ama oposisi, jelas itu konflik dlm negeri mereka sendiri. ngapain saud ikut campur? biar org yaman sendiri yg selesaikan