Justru Pemakaman ala Islam paling ramah lingkungan

✍🏻Luiz Kana

Tidak semua orang Jepang itu pintar, ada juga yang bego. Kalo ada yang gomong “penguburan di tanah mencemari lingkungan” itu jelas ocehan orang bego yang gak ngerti sains sama sekali. Kemungkinan kritik itu ditujukan pada pemakaman ala kresten yang memang bikin limbah beracun, bukan untuk pemakaman Muslim.

Penguburan ala Islam yang cuma kafan katun (kapas) terus dikubur di tanah langsung, itu justru pemakaman yang paling bersih, paling hijau, paling ramah bumi yang pernah ada. Jenazahnya ludes jadi pupuk alami dalam 1–3 tahun, nol polusi, nol karbon, tanah malah tambah subur. Sama seperti kamu buang daun kering ke kebun, selesai, bumi mendapatkan makanan organik.

Sementara itu, pemakaman model kresten itu bukan pemakaman tapi ngubur sampah beracun! Masukin formalin (karsinogen kelas satu), peti kayu jati plus besi kuningan, trus ditutup lagi sama kotak beton anti amblas. Hasilnya? Setiap tahun di Amerika doang mereka kubur 1,6 juta ton beton, 100 ribu ton baja, sama 800 ribu galon formalin. Kata peneliti dari University of California (2017): “Modern cemetery is basically a toxic waste dump disguised as a park.” Mayatnya diawetkan kayak acar, 100 tahun kemudian masih utuh, tanah di sekitarnya udah keracunan logam berat.

Terus jangan dikira kremasi gak bikin pencemaran ya. Kremasi itu justru juaranya bikin Bumi sesak napas! Satu mayat dibakar = 200–400 kg CO₂ langsung ngebul ke langit, setara lo ngegas mobil dari Jakarta ke Surabaya bolak-balik. Belum lagi merkuri dari tambalan gigi yang nyebar ke paru-paru anak tetangga. Jurnal The Lancet (2018) bilang: “Mercury emissions from crematoria are now the largest single source of mercury pollution in the UK” (Emisi merkuri dari krematorium kini menjadi sumber polusi merkuri terbesar di Inggris). Ini logikanya seperti kamu bakar nenekmu, taapi sekalian ngeracunin cucu tetangga.

Jadi kalau kamu masih pake peti mewah, formalin, atau kremasi sambil bilang “saya cinta lingkungan”, mending kamu tutup mulut dulu.

Yang paling hijau, paling murah, paling masuk akal cuma satu, kafan katun, lobang tanah, selesai. Seperti para nabi edom, yahudi dan arab lakukan 14 abad lalu, makanya ilmuwan barat sekarang mencetuskan gerakan “green burial is the future”. Islam sesuai untuk sgala jaman, sedangkan kalian masih aja bingung dan ribut ketinggalan jaman. (*)

Komentar