Jika ada pejabat yang bilang aktivitas warga berjalan normal saat asap kebakaran hutan dimana-mana, maka hanya ada dua kemungkinannya:
1. Itu pejabat bego
2. Itu pejabat super bego
Ketahuilah, bahkan pesawat terbang yang tidak punya paru-paru, batal terbang di atas sana, demi alasan keselamatan, apalagi manusia di bawah sana. Jutaan anak-anak Indonesia terancam masa depannya gara-gara asap berbulan-bulan ini. Kecerdasan mereka menurun, kemampuan kognitif, kesehatan mereka menurun.
Saya tidak akan terkejut jika anak-anak yang tiap hari menghirup asap, beberapa tahun ke depan IQ-nya lebih rendah dibanding yang tidak. Itu tuh fakta ilmiah.
Dan pemimpin negeri ini, masih sibuk dengan halusinasinya. Asyik masin ‘presiden-presidenan’, nggak kelihatan blas jiwa pemimpin dan kenegarawannya.
(Tere Liye)
***
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah mengganggu sebanyak 2.458 penerbangan domestik berjadwal di Indonesia selama periode 11 Agustus hingga 17 Oktober 2026. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mencatat bahwa kabut asap pekat memicu penurunan jarak pandang ekstrem di sekitar bandara, sehingga mengancam keselamatan penerbangan.
Rincian Dampak Penerbangan Domestik
Dari total 2.458 penerbangan domestik yang terdampak, berikut adalah rincian gangguannya:
- 1.324 penerbangan dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed).
- 1.080 penerbangan mengalami keterlambatan (delay).
- 26 penerbangan jadwalnya dimajukan menjadi lebih awal (advance).
- 22 penerbangan dialihkan ke bandara lain (divert).
- 6 penerbangan terpaksa kembali ke bandara asal (return to base/RTB).
Selain jalur domestik utama, kabut asap juga membatalkan 22 penerbangan perintis (termasuk 2 penerbangan kargo) serta 14 penerbangan internasional (seperti rute Singapura–Pontianak pp dan Singapura–Palembang pp).
Wilayah dan Bandara Terdampak
Kabut asap dilaporkan meluas ke 17 provinsi. Tidak hanya melumpuhkan wilayah Kalimantan, Sumatra, dan Papua, dampak asap kini telah merambat hingga ke Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara.
Beberapa bandara yang mengalami gangguan navigasi cukup parah antara lain:
- Kalimantan & Sumatra: Bandara Supadio (Pontianak), Tjilik Riwut (Palangka Raya), Iskandar (Pangkalan Bun), Sultan Syarif Kasim II (Pekonbaru), dan Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang).
- Sulawesi: Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie (Palu), Toraja, Maleo (Morowali), dan Sultan Bantilan (Tolitoli).
- Maluku & Papua: Bandara Pattimura (Ambon), Sultan Babullah (Ternate), Mozes Kilangin (Timika), dan Domine Eduard Osok (Sorong).








presiden waras mah minta tolong bila gak mampu
ini gengsi di gedein padahal sdh byk yg jd korban