ISI PERTEMUAN PRABOWO DENGAN ULAMA DAN ORMAS ISLAM DI ISTANA 5 MARET 2026

Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan silaturahmi dan buka puasa bersama dengan lebih dari 160 ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, dan tokoh pondok pesantren di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2026.

Pertemuan tertutup itu berlangsung selama tiga jam.

“Bapak Presiden tadi dari jam 20.00, sekarang jam berapa ini, 23.00, 3 jam,” kata Menko Pangan Zulkifli Hasan usai acara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.

Hasil dan poin utama dari pertemuan tersebut meliputi:

  • Penguatan Persatuan Nasional: Prabowo menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa sebagai kekuatan utama Indonesia menghadapi tantangan global dan ketidakpastian dunia.
  • Isu Geopolitik & Timur Tengah: Presiden menjelaskan peran Indonesia dalam upaya perdamaian di Timur Tengah serta membahas eskalasi konflik di Teluk dan Gaza.
  • Keanggotaan di Board of Peace (BoP): Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia untuk meninggalkan keanggotaan di Board of Peace (lembaga bentukan Donald Trump) jika tidak memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian dunia.
  • Isu Keumatan & Ekonomi: Pertemuan membahas rencana pembangunan “Kampung Haji” Indonesia di Makkah dan Madinah, serta penguatan pengelolaan dana umat secara transparan dan profesional.
  • Persiapan Hari Raya: Menteri Agama juga melaporkan kesiapan perayaan Idulfitri, termasuk kesepakatan bahwa pelaksanaan takbiran di Bali akan berjalan selaras dengan hari raya Nyepi.

Dalam acara, hadir Ketua MPR Ahmad Muzani, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PM Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Hadir tokoh-tokoh ulama, antara lain Ketum MUI Anwar Iskandar, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang Kikin Abdul Hakim, Pimpinan Ponpes Modern Gontor Hasan Abdullah Sahal dan Pimpinan Ponpes Lirboyo Kafabihi Ali Mahrus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar