IRGC Klaim Lumpuhkan Radar AS-Israel, Serangan Balasan Disebut Akan Makin Ganas

Situasi di Timur Tengah kian memanas. Pasukan elit Iran, Islamic Revolution Guards Corps (IRGC), menyatakan telah memasuki tahap ke-17 dari Operasi “True Promise 4” yang menyasar target-target milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan.

Dalam pernyataan yang dirilis Rabu (4/3/2026), IRGC mengklaim telah menghancurkan lebih dari tujuh radar canggih milik AS dan Israel. Mereka menyebut langkah itu sebagai upaya “membutakan mata musuh” di kawasan, karena radar-radar tersebut berperan penting dalam sistem pertahanan dan pemantauan serangan.

Tak hanya itu, IRGC juga mengaku berhasil menembus sistem pertahanan rudal THAAD milik Amerika yang dipasang untuk melindungi Israel. Sejumlah lokasi strategis dilaporkan menjadi sasaran, termasuk gedung kementerian pertahanan Israel serta Bandara Ben Gurion, yang merupakan bandara utama negara tersebut.

Menurut klaim Iran, efek serangan terasa luas. Sirene peringatan disebut terus meraung di berbagai wilayah, sementara warga Israel harus berlindung di bunker dalam waktu lama. IRGC menegaskan serangan dilakukan secara terukur namun berkelanjutan sebagai bagian dari pembalasan atas agresi sebelumnya.

Mereka juga memberi peringatan keras: gelombang serangan berikutnya akan lebih besar dan lebih luas cakupannya.

Sejak operasi dimulai, Iran mengklaim telah meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone bersenjata ke berbagai target strategis, termasuk di Tel Aviv dan al-Quds, serta ke sejumlah kepentingan militer Amerika di Kuwait, Bahrain, dan Qatar.

Dalam perkembangan lain, IRGC menyebut telah menyerang pusat data milik Amazon di Bahrain. Fasilitas itu dituding memiliki peran dalam mendukung aktivitas militer dan intelijen musuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar