Menurut seorang pejabat AS, Iran telah menghancurkan sistem radar penting senilai $300 juta yang sangat penting untuk mengarahkan baterai pertahanan rudal AS di Teluk, yang berisiko semakin memperburuk kemampuan kawasan tersebut untuk menangkal serangan di masa mendatang.
Laporan terbaru per Maret 2026 mengonfirmasi bahwa serangan Iran telah menghancurkan sistem radar AN/TPY-2 senilai $300 juta di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania. Radar ini merupakan komponen vital dari sistem pertahanan rudal THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) milik Amerika Serikat yang berfungsi untuk mendeteksi dan mengarahkan pencegatan rudal balistik.
Berikut adalah rincian mengenai dampak serangan tersebut terhadap infrastruktur pertahanan AS di kawasan Teluk:
Sistem yang Terkena Dampak
- Radar THAAD (AN/TPY-2): Terletak di Yordania, sistem senilai $300 juta hingga $500 juta ini dikonfirmasi hancur melalui citra satelit yang menunjukkan puing-puing hangus dan kawah bekas ledakan.
- Radar Early Warning AN/FPS-132: Terletak di Qatar, sistem raksasa senilai $1,1 miliar ini juga dilaporkan rusak berat oleh serangan rudal Iran, yang menurut para ahli dapat “membutakan” deteksi jarak jauh AS di wilayah tersebut.
- Radar AN/TPS-59 di Bahrain: Laporan menyebutkan sebuah drone murah Iran seharga $30.000 berhasil menghancurkan radar pengawasan udara senilai $300 juta ini di markas Armada Kelima AS.
Dampak Strategis
- Kelumpuhan Pertahanan: Kehilangan radar AN/TPY-2 membuat baterai rudal THAAD tidak dapat beroperasi meskipun peluncurnya masih utuh, karena radar adalah “mata” yang mengarahkan pencegat ke target.
- Kerugian Finansial: Total kerugian peralatan militer AS dalam beberapa hari pertama konflik ini diperkirakan mencapai hampir $2 miliar.
- Kesenjangan Keamanan: Kerusakan pada jaringan radar di Yordania, UEA, dan Qatar secara signifikan melemahkan kemampuan regional untuk menangkal serangan rudal dan drone di masa depan.
Konflik ini menandai penggunaan strategi asimetris Iran dengan menggunakan drone dan rudal presisi untuk melumpuhkan aset bernilai tinggi milik AS







andai dana militer untuk makanan insyaallah tdk ada lagi negara2 yg kelaparan e