Iran Peringatkan Sirene Rudal Tak Akan Berhenti di Wilayah Pendudukan Israel

Markas Pusat Khatam al-Anbiya Angkatan Bersenjata Iran memperingatkan bahwa sirene peringatan serangan rudal di wilayah pendudukan Israel tidak akan berhenti, seiring berlanjutnya serangan balasan Iran terhadap target-target Israel. Iran juga mengeluarkan peringatan agar para pemukim segera meninggalkan wilayah tersebut.

Dalam pesan video yang dirilis Senin, Kolonel Ebrahim Zolfaghari memberikan pembaruan terkait Operasi True Promise 4 yang diluncurkan Iran setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, serta tewasnya Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Iran menyebut pembunuhan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan negara.

Zolfaghari menyatakan bahwa fase kesepuluh operasi itu mencakup peluncuran rudal Kheybar ke markas pemerintah Israel di Tel Aviv, serta pusat militer dan keamanan di Haifa dan beberapa lokasi di Yerusalem Timur.

“Kami sebelumnya sudah memperingatkan bahwa serangan ke pangkalan-pangkalan musuh akan diperluas, dan sirene tidak akan pernah berhenti di Israel,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para pemukim Israel agar segera meninggalkan wilayah pendudukan dan menjauhi pangkalan militer, pusat keamanan, serta gedung-gedung milik pemerintah Israel.

Serangan ke Target AS di Kawasan

Zolfaghari menambahkan bahwa dalam rangkaian Operasi True Promise 4, pasukan Iran menargetkan kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, dengan empat rudal jelajah. Menurutnya, serangan tersebut memaksa kapal induk itu mundur ke arah tenggara Samudra Hindia.

Ia juga mengklaim serangan balasan Iran membuat pangkalan militer AS Ali al-Salem di Kuwait tidak lagi berfungsi dan menghancurkan fasilitas angkatan laut AS di negara tersebut.

Selain itu, empat drone Iran dilaporkan menghantam pangkalan angkatan laut AS di Pelabuhan Salman, Bahrain, dan menyebabkan kerusakan berat pada pusat komando dan logistiknya.

Gelombang Baru Serangan IRGC dan Angkatan Darat

Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) bersama Angkatan Darat Iran disebut meluncurkan gelombang baru serangan rudal besar-besaran yang menargetkan lokasi-lokasi strategis di wilayah pendudukan Israel dan pangkalan-pangkalan AS di kawasan.

Menurut Zolfaghari, rudal Iran juga menghantam tiga kapal tanker minyak milik AS dan Inggris di Teluk Persia serta Laut Oman hingga terbakar.

Dua rudal balistik Iran juga ditembakkan ke pangkalan tempat pasukan AS ditempatkan di Bahrain.

Ia menambahkan bahwa jet tempur Angkatan Udara Iran berhasil membombardir pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Arab kawasan Teluk Persia dan di wilayah Kurdistan Irak.

Iran mengklaim sedikitnya 560 tentara AS tewas atau terluka dalam serangan balasan tersebut.

Korban Jiwa dan Eskalasi Konflik

Serangan militer antara kedua pihak disebut dimulai pada 28 Februari, ketika Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan udara ke Iran. Hingga kini, sedikitnya 555 warga Iran dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan rentetan serangan rudal dan drone ke wilayah pendudukan Israel serta pangkalan-pangkalan AS di berbagai negara kawasan.

Situasi konflik di kawasan Timur Tengah pun terus memanas tanpa tanda-tanda mereda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *