IRAN DIJAUHI NEGARA-NEGARA LAIN KARENA BIANG KEROK?

✍️Ismail Amin

Dulu Rasulullah ﷺ juga dijauhi bahkan diboikot bertahun-tahun di Syiib Abi Thalib… Begitupun dengan para pengikut awal Rasulullah sehingga mereka disebut Al Ghuraba, orang-orang yang terasing…. Saat itu mereka yang terbiasa dengan kenyamanan tidak mau ambil resiko dengan mengikuti Rasulullah ﷺ meskipun dalam hati mereka mengakui yang disampaikan Rasulullah ﷺ itu benar, sehingga mereka tetap memilih berada di dalam barisan Abu Sufyan Abu Jahal Abu Lahab, figur paling berkuasa saat itu di Mekah dan dalam bahasa Alquran disebut sebagai thogutnya zaman itu.

Jadi keterasingan atau dijauhi banyak orang bukan bukti bahwa yang diambil itu langkah dan jalan yang salah apalagi di kubu seberang di situ thogutnya berada.

Dalam kasus di kawasan hari ini… Bukan Iran dijauhi atau tidak diinginkan sama sekali, sebab tidak ada yang sepenuhnya memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran selain Suriah… Kedutaan negara-negara tetangga masih aktif di Teheran, pimpinan negara-negara tetangga masih aktif menjalin hubungan diplomatik baik langsung maupun via telepon… Jadi narasi Iran sendirian juga tidak benar… Yang benar adalah, negara-negara tetangga ini tidak bisa lepas sepenuhnya dari cengkraman AS sehingga masih tunduk intervensi dari AS… Mereka takut sama ancaman sanksi dari AS.

Iran tampak sendiri bukan karena Iran jahat, melainkan kerena negara-negara tetangganya yang tidak berdaulat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 komentar

  1. Syiah rafidhah Imamiyah, bencana bagi Islam dan Arab. Lebih dari 1000 th, jihad mereka hanya membunuh ahlus sunah. Mereka, typikal pengkhianat.
    Tdk mkn pernah terjadi taqrib, bahkan tasamuhpun, jauh panggang dari api.
    Tdk mkn syiah bisa akur, damai dg tetangga² suninya. Jelas dikucilkan, mereka sangat jahat, khomeini dan ali khamenei mau paksakan revolusi syiah dinegara² suni, alhamdulillah gagal total.
    coba,,amati, sepak terjang syiah imamiyah, 1000 th terakhir.

    Ternyata sejak 14 abad yang lalu, sebelum kemunculan Syiah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memprediksi datangnya ajaran sesat tersebut.

    Aku (Abdullah bin Abbas) dulu di sisi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam dan di sisinya ada Ali, maka beliau berkata: “Wahai Ali akan ada dalam umatku kaum yang madzhabnya adalah “cinta ahlul bait” mereka memiliki tanda (gelar) mereka disebut Rafidhah, perangilah mereka karena mereka musyrik.” (HR. At Tabrani).

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah meramalkan akan adanya kelompok yang disebut Rafidhah, suatu golongan dibentuk untuk membunuh kaum Muslimin,” .

    1. penipu kau wahaboy, mana ada hadish kek gitu, cak kau kasih tau dulu sumbernya dr kitab mana,kutunggu ya kukasih kau waktu 3×24 jam menunjukanya untuk kita analisa bersama

  2. bukan itu jawabanya, iran sengaja diisolasi karena iran satu2xny negara non arab di timteng yg merdeka, berdaulat dan bermartabat dalam arti yg sesungguhnya mandiri, tidak mau bergantung pada kekuatan lain karena memiliki kapasitas dan kemampuan yg telah terbukti ribuan tahun melalui peradaban tinggi yg melahirkan banyak tokoh dan ilmuwan dunia sebaliknya negara arab dikuasai para pemimpin tolol hedon,korup dan pemalas dan lebih memilih jd budak kaum kafir krn gk punya kapasitas dan kemampuan yg memadai sbg pemimpin tp sgt bernafsu terus berkuasa, dirangkul dan digelontorkanlah dana uang huat para wahaboy2x yg goblog termasuk orang malaysia yg ngomong digambar diatas pake narasi2x menyesatkan untung audah dibantah oleh penulis ismail amin sbg pencerahan agar terhindar dr tipu daya wahaboy goblog

  3. ~Negara syiah imamiyah iran, berawal dari dinasti safawiyah, lahir dg cara membantai jutaan ahlus sunah. Bagaimana mkn bisa berdamai dg negara Islam ?

    ~Kostitusinya bukan islam, tapi syiah imamiyah itsna asyariyah.

    ~Syiah Imamiyah Itsna Asyariah =
    Syiah ghulat = super Rafidhah !! Jelas bukan Islam
    Imam Al-Bukhari, Imam Malik bin Anas, Imam As-Syafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal, Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri, Imam Hasan al Basri, Imam Ahmad bin Yunus, Imam As-Subki Imam Ibnu Hazm, Imam Syaukani, Ibnu Katsir, Imam Al Qurthubi, Imam Abu Zur’ah, menyatakan Syiah Rafidhah bukan bagian dari Islam.
    Mau percaya siapa lagi ?
    Ulama al azhar, Risalah Aman ? TIDAK BISA MENGGUGURKAN FATWA ULAMA SALAF….

    ~Syiah Imamiyah Itsna Asyariah = rafidhah hasil kreasi monumental Yahudi, Abdullah bin saba ashkenazi = zionis sabaiyah = perampok islam (merampok Al Qur’an dan hadits suni). Zionis Herzliyah, perampok tanah Arab (Palestina). Keduanya, ancaman bahi islam dan Arab.

    ~Salah satu hadis yang paling sering dikutip diceritakan dari jalur Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, di mana Rasulullah ﷺ bersabda:
    “Akan datang di akhir zaman nanti, suatu kaum yang mereka dinamakan dengan Ar-Rafidhah. Mereka menolak Islam dan memuntahkannya (keluar dari Islam). Maka perangilah mereka, karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang musyrik.” (HR. Ahmad dan Al-Khallal dalam As-Sunnah).
    Dalam redaksi lain dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ juga pernah bersabda kepada Ali:
    “Wahai Ali, kelak akan ada di akhir zaman suatu kaum yang memiliki julukan (gelar buruk), mereka disebut Ar-Rafidhah. Jika kamu menjumpai mereka, maka perangilah mereka karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang musyrik.”

    ~syiah, faksi sabaiyah, dalam pasukan Ali bin Abu thalib RA yg membantai Husain bin Ali RA di Karbala, juga dalang terbunuhnya Utsman RA

    ~Yunus bin Abdul A’la murid senior Imam Asy Syafi’i mengatakan: Aku pernah mendengar Imam Asy Syafi’i rahimahullah mengatakan,

    “Aku membolehkan persaksiannya semua ahli bid’ah, kecuali Syi’ah Rafidhah, karena mereka itu saling memberi ‘kesaksian baik’ antara satu dengan lainnya.” (Manaqib Syafi’i, karya Imam Baihaqi 1/468)

    Lihatlah bagaimana kerasnya sikap Imam Asy Syafi’i rahimahullah kepada pemeluk Syiah Rafidhah. Sehingga apabila ada pengikut beliau masih toleran kepada mereka, maka sungguh perlu dipertanyakan pengakuannya sebagai pengikut Madzhab Syafi’i?!

    Yunus bin Abdul A’la juga mengatakan:

    Aku pernah mendengar Imam Syafi’i, bila menyebut kelompok Syiah Rafidhah, beliau mencela mereka dengan celaan yang paling buruk, lalu beliau mengatakan: “mereka itu komplotan yang paling jahat!” (Manaqib Syafi’i, karya Imam Baihaqi 1/468)

    ~masih percaya syiah ? Tolol banget

  4. Hadits tentang Syiah Ini Sekarang Terbukti

    Syiah belum ada di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun, hadits tentang syiah yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad berisi prediksi munculnya syiah Rafidhah dan ulah mereka kini terbukti.Cari Buku Islam

    Syiah muncul sejak seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba’ mengaku masuk Islam. Ia kemudian memproklamirkan diri sebagai pecinta Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu namun mencela Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dan Umar radhiyallahu ‘anhu.

    Sebagian orang syiah di akhir masa sahabat adalah orang yang mengutamakan Ali di atas seluruh sahabat. Sedangkan orang yang mengutamakan Ali sambil mencela Abu Bakar, Umar, Utsman dan sahabat lainnya, mereka disebut syiah rafidhah. Sebagaimana ditulis Ibnu Hajar Al Asqalani:

    ‘Tasyayyu’ dalam definisi para ulama masa lalu (salaf), ialah meyakini bahwa Ali lebih utama daripada Utsman, atau bahwa Ali di pihak yang benar dalam semua peperangannya, dan bahwasanya pihak yang menyelisihinya adalah keliru, dengan tetap meyakini Syaikhain (Abu Bakar dan Umar) lebih utama dan mulia daripada Ali.Baca Sejarah

    “Tasyayyu’ adalah mencintai Ali dan mengutamakannya dibanding semua sahabat lain, dan jika mengutamakannya di atas Abu Bakar dan Umar maka dia tasyayyu’ ekstrem yang disebut Rafidhah dan jika tidak maka disebut Syiah, Jika diringi dengan mencela dan membenci keduanya maka disebut Rafidhah ekstrem. Jka mempercayai Raj’ah bahwa Ali kembali ke dunia maka disebut Rafidhah yang sangat ekstrem”

    Hadits tentang Syiah

    Dalam hadits riwayat Imam Ahmad, disebutkan:Konsultasi Hukum

    Dari Ali bin Abu Thalib bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Di akhir zaman akan muncul kaum yang dinamakan Rafidhah, mereka akan menentang Islam” (HR. Ahmad)

    Meskipun hadits ini dhaif menurut Syaikh Albani, namun maknanya terbukti. Ketika kaum rafidhah mencela Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, dan mayoritas sahabat sehingga tidak mengakui hadits-hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh sahabat-sahabat itu, pada hakikatnya mereka telah menentang Islam. Ditambah lagi permusuhan mereka saat ini kepada umat Islam yang bisa dilihat di Iran, Suriah, Irak dan sejumlah negara lainnya sungguh nyata penentangan mereka terhadap Islam meskipun mereka sendiri mengaku Islam.

    Karena itu Imam Bukhari menyamakan syiah Rafidhah dengan Yahudi dan Nasrani. Dalam kitab Khalqu Af’alil ‘Ibad beliau menuliskan:Baca Sejarah

    “Aku tidak membedakan apakah aku shalat bermakmum di belakang seorang penganut Jahmiyah atau Rafidhah, ataukah bermakmum di belakang Yahudi dan Nasrani (semuanya tidak sah”