Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menginstruksikan percepatan pemasangan baliho PSI di seluruh kecamatan hingga tingkat desa di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng). Instruksi ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakowil) PSI se-Sulteng yang digelar di Palu pada Rabu, 19 November 2025.
Dalam arahannya, Ahmad Ali menegaskan bahwa partainya kini telah mengoperasikan dua mesin cetak berkapasitas besar untuk mempercepat produksi baliho. Setiap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) diwajibkan memasang sedikitnya lima baliho berukuran 3×4 meter di tiap kecamatan sebelum memperluas pemasangan ke tingkat desa. Ia menekankan bahwa penyebaran baliho secara masif merupakan strategi konsolidasi politik PSI untuk memperkuat identitas dan pengenalan publik terhadap figur-figur utama partai.
Ali juga menegaskan bahwa desain baliho wajib menampilkan tiga figur, yaitu Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), serta dirinya sebagai Ketua Harian. Menurutnya, ketiga tokoh ini memiliki nilai strategis dalam menguatkan citra PSI di mata masyarakat Sulteng.
Dalam sambutannya, Ali mengatakan bahwa keberadaan wajah Jokowi dalam baliho bukan tanpa alasan. Ia menyebut Jokowi sebagai patron politik yang merepresentasikan simbol bahwa “siapa pun dari rakyat biasa bisa mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan.” Ali menilai pesan ini penting untuk mendorong anak muda Indonesia agar tidak takut terjun ke dunia politik, meskipun bukan berasal dari kalangan elite atau keluarga berada.
Lebih jauh, Ali juga menyampaikan bahwa Jokowi, Kaesang, dan dirinya memang merupakan sosok yang paling dikenal di Sulawesi Tengah. Karena itu, ia meminta maaf kepada pengurus PSI lain yang tidak dicantumkan dalam desain standar baliho. “Yang dikenal di Sulawesi Tengah ini, Ketua Umum dan Ketua Harian, juga Pak Jokowi. Karena ini kampung saya,” ujarnya.
Pemasangan baliho masif di desa-desa ini disebut sebagai langkah penting dalam memperluas jangkauan PSI di daerah, sekaligus memastikan masyarakat mengenal lebih dekat figur utama partai menjelang agenda politik mendatang.







Komentar