INI YANG BIKIN RUPIAH GOYAH

Yangg bikin rupiah goyah adalah defisit APBN 2025, yang tembus 2,92% jauh diatas target.

Kalau defisit tahun ini tembus 3%, rupiah bisa kolaps ke angka 18.475.

Kenapa defisit 2025 tinggi? Karena efek harga batubara yang booming di tahun 2022 mulai hilang. Akibatnya penerimaan pajak anjlok.

Penerimaan pajak 2023 dan 2024 yang naik tajam adalah anomali. Rezeki nomplok imbas kenaikan harga batubara 2022 yang lompat 9 kali !!

Karena anomali maka tidak akan bisa diulang dengan mudah.

Maka target tinggi penerimaan pajak di tahun 2025 jadi meleset jauh dari harapan.

Sebab tren kenaikan 2023 dan 2024 memang tidak bisa diekstrapolasi (sekali lagi krn ada efek booming batubara di thn sebelumnya).

Sayangnya krn target penerimaan 2025 yg telanjur tinggi, maka anggaran pengeluaran juga naik tajam. Mengikuti target penerimaan.

Nah saat penerimaan jauh dari target, pengeluarannya tetap sesuai rencana.

Jadilah DEFISIT melebar.

Nah apakah penerimaan pajak 2026 akan bisa sesuai target agar defisit tak tembus 3%?

Jawabannya amat tergantung pada tren harga batubara. Dua tahun ini harga coal stagnan di angka USD 100. Gak naik gak turun.

Agar pendapatan pajak melimpah harga batubara perlu baik ke angka USD 150.

Apakah bisa? Sayangnya tidak bisa. Bahkan justru akan makin menurun.

Sorry to say. Keuangan negara kita itu memang tergantung sekali pada tren harga batubara dan palm oil. Dua komoditas dewa dan pahlawan bagi ekonomi bangsa.

RI terperangkap dalam negara berbasis komoditi karena agak malas bangun industrialiasi manufaktur orientasi ekspor.

Bagaimana cara agar keluar dari jebakan komoditi cycle ini?

  • percepat industrialisasi
  • pangkas birokrasi investasi
  • berikan kepastian hukum dan aturan
  • berikan insentif industri yg tepat dan efektif

(Dari twit akun X @Strategi_Bisnis)

Komentar