IHSG Hancur Lebur, Dirut BEI Mengundurkan Diri

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab atas tekanan yang terjadi di pasar modal dalam dua hari terakhir (Rabu-Kamis), menyusul pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman dikutip Jumat (30/1/2025).

Iman berharap langkah tersebut menjadi yang terbaik bagi pasar modal Indonesia dan mendorong perbaikan berkelanjutan.

“Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal. Semoga dengan pengunduran diri saya ini pasar modal kita jadi lebih baik,” katanya.

Terkait kelanjutan kepemimpinan, BEI akan menunjuk pelaksana tugas (Plt.) Direktur Utama sesuai anggaran dasar hingga ditetapkan pimpinan definitif.

***

Bursa Efek Indonesia (BEI), atau dalam bahasa Inggris disebut Indonesia Stock Exchange (IDX), adalah satu-satunya pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem serta sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek (surat berharga) di Indonesia.

Secara sederhana, BEI adalah “pasar” resmi tempat perusahaan mencari modal dan investor memperjualbelikan instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan reksa dana.

Fungsi Utama BEI: Bertindak sebagai fasilitator perdagangan efek, menyediakan infrastruktur transaksi, hingga mengawasi kepatuhan perusahaan yang terdaftar (emiten).

Hingga Januari 2026, jumlah perusahaan yang tercatat (emiten) di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencapai 956 emiten.

Target dan Rencana Mendatang:

  • Target 2026: BEI menargetkan penambahan 50 emiten baru (IPO) sepanjang tahun 2026.
  • Pipeline IPO: Saat ini sudah ada sekitar 7 perusahaan yang masuk dalam antrean (pipeline) untuk melantai di bursa pada kuartal pertama 2026.
  • Visi Jangka Panjang: BEI menargetkan total emiten mencapai 1.200 perusahaan pada tahun 2029.

Sumber: Warta Ekonomi

Komentar