IDE TRUMP vs MACRON UNTUK GAZA
Selama perang Gaza, ada 2 pihak yang tampak menonjol dalam “mencari solusi” atas perang Genosida ini, yaitu
1) Emmanuel Macron (Perancis)
2) Donald Trump (Amerika)
Ada persamaan dan perbedaan antara ide Macron dan Donald.
Persamaannya adalah: semua kelompok pejuang Palestina harus meletakan senjata.
Perbedaannya:
Ide Macron:
- Palestina harus diberi kemerdekaan.
- Keamanan Israel harus dijamin.
- Tidak boleh ada pengusiran (menghijrahkan) warga Palestina ke luar negeri.
- Para pemimpin pejuang Palestina diperbolehkan pergi ke luar negeri membawa keluarganya (jadi yang diusir hanya sebatas para pemimpin pejuang saja) bahkan akan dibantu untuk hidup di luar negeri asal berhenti dari aktivitas politik.
- Israel harus mundur dari Gaza dan Jerusalem timur.
- Para prajurit pejuang Palestina di Gaza akan direkrut untuk diintegrasikan dengan Otoritas Palestina yang nantinya akan jadi tentara nasional Palestina.
Ide Donald:
- Setelah pejuang Palestina dilucuti, diberikan amnesti jika mereka tidak diusir ke luar negeri. Itu target utama, tapi jika para pejuang Palestina menolak maka diancam akan dibasmi (dia ingin libatkan sebanyak mungkin negara agar tak terkesan Amerika sendirian yang akan membasmi pejuang Palestina itu).
- Tidak secara jelas menyebutkan kemerdekaan Palestina sebagai salah satu tujuannya.
- Malah Gaza malah akan dikelola oleh badan internasional buatannya sendiri (seolah dimiliki Amrik, meski agar terlihat sopan, akan dilibatkan banyak negara yang sekiranya bisa diajak kerjasama) dikelola seperti mengelola bisnis properti.
- Tak perlu mandat PBB.
Ada ide Netanyahu yang sangat dikhawatirkan akan dijalankan Trump, yaitu pengusiran warga Gaza ke luar negeri. Strategi Netanyahu adalah buat warga Gaza semenderita mungkin, kemudian tawarkan kepada mereka apakah mau dihijrahkan ke luar negeri dengan diberi bantuan hidup dan finansial serta masa depan yang lebih baik. Karena Warga Gaza sudah sangat menderita, diharapkan mereka menerima tawaran ini karena tak ada pilihan.
Nanti pengusiran ini oleh Israel akan diberi judul: pemindahan suka rela warga Gaza ke luar negeri agar terkesan humanis dan bukan pengusiran paksa. Padahal oleh PBB praktik ini masih termasuk pada definisi etnic cleansing atau pembersihan etnis. Dikhawatirkan pula bahwa selama ini Amerika sudah terus membantu target ini dengan melobi berbagai negara agar mau menerima warga Gaza sehingga program etnic cleansing bertopeng gincu ini bisa sukses lancar jaya.
(Ibnu Zaini Atmasan)







Komentar