Indonesia Corruption Watch (ICW) kembali melayangkan kritik keras kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada Jumat (14/11/2025), para aktivis antikorupsi itu menggelar aksi teaterikal di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Mereka menampilkan wayang dan topeng—simbol sindiran bahwa lembaga antirasuah kini dinilai lebih pandai bersembunyi ketimbang menegakkan hukum.
Peneliti ICW, Zararrah Azhim Syah, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan karena KPK tak kunjung memeriksa Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan jalan di Sumut. Padahal, Majelis Hakim Tipikor Medan sebelumnya telah secara resmi memerintahkan Jaksa Penuntut KPK menghadirkan Bobby sebagai saksi dalam perkara suap yang menjerat Direktur PT Dalihan Na Tolu Grup, Muhammad Akhirun Piliang.
“Dasarnya sudah jelas, perintah pengadilan juga ada. Tapi KPK seperti tidak punya nyali,” ujar Zararrah.
Ia menilai KPK justru terus menunda proses pemanggilan dan mengingkari janji yang pernah disampaikan Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, yang sebelumnya menyatakan akan memeriksa Bobby.
ICW juga mengungkap adanya informasi bahwa sejumlah penyidik telah mengusulkan pemeriksaan Bobby. Namun, usulan itu diduga tidak pernah diproses oleh kepala satgas yang menangani perkara tersebut. Sikap pasif inilah yang membuat ICW menilai KPK tampak “cupu”—lembek, tidak tegas, dan terkesan takut menghadapi menantu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.







Komentar