
Sebuah data militer resmi ‘Israel’ yang dipublikasikan pada 11 Februari 2026 menyatakan bahwa data internal militer ‘Israel’ (Israel Defense Forces/IDF) mencantumkan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung sebagai personel asing di tengah konflik di Gaza. WNI ini tergabung dalam lebih dari 50.000 personel IDF dengan kewarganegaraan asing.
Dilansir Declassified UK (15/2/2026), dokumen tersebut diperoleh melalui permintaan Kebebasan Informasi oleh pengacara Elad Man dari LSM Hatzlacha kepada IDF. Data tersebut menguraikan jumlah orang dengan kewarganegaraan ganda dan lebih dari dua yang menjadi anggota layanan IDF pada Maret 2025.
Data yang dilansir Declassified UK tersebut menunjukkan bahwa 43.194 warga negara ganda dan 3.913 warga negara multinasional terdaftar di IDF. Ini berarti 47.107 tentara memegang kewarganegaraan ‘Israel’ dan setidaknya satu warga negara lainnya.
Media investigasi tersebut melaporkan bahwa angka-angka itu diperoleh melalui permintaan Kebebasan Informasi yang diserahkan militer ‘Israel’.
Data IDF tersebut merinci kelompok terbesar tentara Israel yang berkewarganegaraan ganda berasal dari AS, dengan 12.135 warga negara ganda AS-Israel dan 1.207 warga multinasional AS – totalnya 13.342 warga AS.
Prancis menyusul dengan 6.127 warga negara ganda dan 337 warga negara multinasional. Kemudian Rusia (5.067), Jerman (3.901), Ukraina (3.210), Rumania (1.675) dan Polandia (1.668).
Daftar tersebut juga mencakup rekrutan dari Polandia, Kanada, dan beberapa negara Amerika Latin, serta sejumlah kecil warga negara Arab, termasuk Yaman, Tunisia, Lebanon, Suriah, Aljazair, dll.
Terkait WNI yang masuk daftar IDF, sudah ditanyakan aktivis Pro-Palestina Mas Gres @erlanishere ke Kementerian Luar Negeri RI.
“Dear@Kemlu_RI.
Berdasarkan catatan IDF, ada satu WNI yang menjadi tentara Zionis.
Tolong telusuri siapa orang ini, cabut kewarganegaraannya karena telah menjadi tentara penjajah!” posting Mas Gres @erlanishere di X..
Hingga saat ini tidak ada konfirmasi dari pemerintah Indonesia terkait data IDF yang menyebut 1 WNI menjadi tentara Israel.







Cabut warganegaranya spt mrk2 yg berperang di ukraina, jgn pilih2…..