Hanya Jabatan Yang Menyatukan Mereka, Bukan Pikiran

Rocky Gerung, Anwar Usman, dan Qodari bisa berbeda sikap, pandangan, bahkan perjalanan politik.

Tetapi politik mengajarkan satu hal menarik: perbedaan yang terlihat begitu tajam ternyata bisa bertemu ketika ada jabatan dan kepentingan yang sama.

Pada akhirnya, kekuasaan sering memiliki daya rekat yang lebih kuat daripada perbedaan.

Beda sikap bisa diperdebatkan. Beda kepentingan bisa dinegosiasikan. Jabatan bisa menyatukan semuanya.

Daftar 26 Anggota Wantimpres

Susunan keanggotaan Wantimpres terdiri atas ketua, wakil ketua, sekretaris, dan para anggota dari berbagai latar belakang tokoh nasional, ulama, akademisi, hingga pakar hukum. Berikut daftar lengkap 26 nama anggota Wantimpres beserta latar belakang riwayat jabatannya:

  1. Pratikno (Ketua): Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (2024-2026), Menteri Sekretaris Negara (2014-2024)
  2. Hatta Rajasa (Wakil Ketua): Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (2009-2014)
  3. Muhammad Qodari (Sekretaris): Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (2026)
  4. Shinta Nuriyah Wahid: Tokoh Bangsa, Istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid
  5. Muhammad Quraish Shihab: Cendekiawan Muslim, Menteri Agama (1998)
  6. Agum Gumelar: Menko Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan (2001), Anggota Wantimpres (2018-2019)
  7. Budi Gunawan: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (2024-2025), Kepala BIN (2016-2024)
  8. Chairul Tanjung: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (2014)
  9. Salim Segaf Aljufri: Menteri Sosial (2009-2014), Ketua Majelis Syuro PKS (2015-2025)
  10. K.H. Anwar Iskandar: Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (2023-sekarang)
  11. K.H. Said Aqil Siradj: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (2010-2021)
  12. K.H. Yahya Cholil Staquf: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (2021-2026)
  13. Philip Kuncoro Wijaya: Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi)
  14. Budi Tanuwibowo: Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN)
  15. Ida Bagus Purwalaksana: Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (2019-2022)
  16. Soekarwo: Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2019-2024), Gubernur Jawa Timur (2009-2019)
  17. Jusuf Hamka: Pengusaha, Pemilik PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP)
  18. Dato’ Sri Tahir: Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2019-2024), Pendiri Mayapada Group
  19. Jusuf Wanandi: Senior Fellow dan Co-founder Centre for Strategic and International Studies (CSIS)
  20. Margarito Kamis: Pakar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Khairun Ternate
  21. Rocky Gerung: Akademisi, Pendiri Setara Institute
  22. Mohamad Hatta: Ketua Dewan Etik Partai Golkar
  23. Bambang Soesatyo: Ketua MPR RI (2019-2024), Ketua DPR RI (2018-2019)
  24. Anwar Usman: Ketua Mahkamah Konstitusi (2018-2023)
  25. Ignasius Jonan: Menteri Perhubungan (2014-2016), Menteri ESDM (2016-2019)
  26. Jacky Manuputty: Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

28 komentar

  1. Manfaatnya buat rakyat apa ya.?? Bisa nurunin harga2 kebutuhan pokok di pasar nggak ya? Semoga otak dan hati mereka ada manfaatnya buat bangsa.

    1. Kalian menuduh rocky sebagai orang yg tiba2 tidak berintegritas
      Kebodohan yg di drive oleh algoritma sosmed
      Silahkan meratapi kedunguan anda

  2. wkwkwkwk…yang bayarin gaji mereka tetap rakyat yang tak pernah mendapatkan keuntungan apapun dari sandiwara Mbah GendruWo wowo Antek asing Gemoy omon omon BERHALA SESEMBAHAN gerombolan TerMul dan TerWo BabRun JANCUK PKI‼️😂

    Disitu ada pengkritik yang sudah MELEMPEM kena angin. Bergabung dengan pembuat kerusakan lainnya seperti si Paman Usman, Qodari, si BG, si Aqil Siradj, Yahya Staquf dll…
    😂😝🤣🤪

  3. Menteri dan wakilnya lebih dari 100 org dimasa orba max 41 org , dimasa orba anggota DPA plus ketua berjumlah 9 org , kini Wantimpres 26 org. akhir masa orba (1998) jlh penduduk 200 jt, saat ini 290 jt.
    Ternyata pemerintah saat ini sangat gesit menciptakan lapangan kerja , buat pejabat….😂😂😂

  4. sudah cocok posisinya bagi seorang “sofis”, seseorang yang menggunakan argumen cerdas, menyesatkan, atau secara intelektual tidak jujur untuk membujuk orang lain, sering kali mengutamakan kemenangan dalam perdebatan atau keuntungan pribadi daripada kebenaran yang sebenarnya.

  5. Siapa yang tidak tergiur jadi pejabat istana sekarang dg gaji jumbo + tunjangan² yang bisa mengalahkan akal sehat, yang kerjanya kasat mata, salah satu kebobrokan wowo yang bisanya cuma hambur & boroskan anggaran negara saja nge- gaji banyak orang buat hal yang tidak penting & bermanfaat buat rakyat apalagi itu ada konglomerat yang sudah super tajir.

  6. jiahhh diksinya terwo “perbedaan”….
    kalau perbedaan untuk kemaslahatan umat it’s okay, tapi kalau perbedaan untuk kepentingan pribadi (jabatan) itu sih pengkhianatan bro

  7. Bubarkan saja ini Tidak ada manfaatnya buat rakyat. Hanya pemborosan Anggaran dan Membebani Rakyat dengan berbagai macam pajak untuk gaji mereka.

  8. wk..wk..wk …bang Rocky ga nyangka bisa satu barisan sama abu janda 😂😂😂😂
    wes ambyar tenan 🤣🤣🤣
    padahal di ILC di dungu-dunguin

  9. di negri ini..klau ingin jadi pejabat negara caranya ada 2 :
    1. jadi penjilat
    2. jadi paling kritis k pemerintah. klau perlu kritik se kencang mungkin.

    1. maksud lu “kebenaran” itu adalah wo²…!?
      dan kebenaran itu hanya diukur dari siapa yg menang dan berkuasa, gitu…???

      terwo/termul GOBLOK-nya permanen…
      L.O.L

        1. kamu, secara tidak langsung mengesankan, kebenaran itu adalah kekuasaan, dekat dengan presiden prabowo. komment tiap orang dapat disimpulkan secara eksplisit dan implisit. kamu tidak ngomong begitu, tapi dari kommentmu, kesimpulannya bisa jadi mengarah ke yang tidak kamu omongkan. paham? kalau mau denial atau tak mau dibuli, ndak usah komment, gitu aza kok refot…