Mohammed Al-Bukhaiti, juru bicara Ansarullah:
“Hamas menawarkan diri untuk menjadi penengah antara kami dan pihak lawan kami di Yaman—khususnya Partai Islah—namun upaya-upaya tersebut gagal.
Kamilah yang awalnya meminta mediasi antara kami dan Partai Islah (partai IM cabang Yaman -red), mengingat Hamas menjalin hubungan baik dengan Islah, sebagaimana halnya menjalin hubungan baik dengan kami.
Partai Islah berpihak pada Arab Saudi, dan Arab Saudi menolak rekonsiliasi yang sungguh-sungguh karena kemerdekaan Yaman bertentangan dengan kepentingan AS dan Israel di kawasan tersebut.”
***
Pernyataan Mohammed Al-Bukhaiti ini menanggapi pernyataan Pemimpin Hamas Dr. Khalil al-Hayya dalam wawancara Al-Araby TV (26/9/2026) dimana al-Hayya mengatakan pihak Hamas berusaha untuk menjadi penengah dalam konflik Yaman.
Posisi dan pengaruh partai Islah di Yaman cukup dominan. Al-Islah adalah partai politik formal terbesar kedua di Yaman setelah partai berkuasa sekuler General People’s Congress (GPC). Al-Islah memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam birokrasi pemerintahan resmi Yaman yang diakui secara internasional serta menguasai jaringan sekolah dan lembaga amal. Secara geopolitik, Al-Islah menjadi sekutu utama Arab Saudi di darat untuk melawan Houthi (Ansarullah).
[VIDEO]








dagelan piyek, budak syiah, sampah
bukannya IM juga dianggap masalah di mesir dan arab!!!
bagaimana dgn wahabi!!!!z.
alquran dan hadit ditinggal demi dunia semata!!!