Gus Yazid sebut Prabowo presiden omon omon, akui 20 miliar hasil korupsi untuk danai kampanye Prabowo-Gibran.
Ahmad Yazid Basyaiban (Gus Yazid) memang sempat melontarkan pernyataan tersebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi, tetapi ia kemudian mencabut dan meralat kesaksiannya terkait aliran dana kampanye tersebut.
Berikut adalah kronologi dan fakta persidangan terkait pernyataan Gus Yazid:
1. Kesaksian Awal di Pengadilan (Agustus 2026)
Pada persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang sekitar awal Agustus 2026, Gus Yazid selaku terdakwa mengaku terlibat dalam tim pemenangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.
- Klaim Aliran Dana: Ia menyatakan bahwa uang hasil korupsi sekitar Rp20 miliar digunakan untuk mendanai kegiatan kampanye, seperti acara pengobatan gratis.
- Sindiran “Omon-Omon”: Usai persidangan, Gus Yazid menantang jaksa untuk menghadirkan Presiden Prabowo Subianto guna menagih janji terkait pengampunan bagi pihak yang mengembalikan kerugian negara. Ia menyindir Prabowo agar tidak menjadi pemimpin yang sekadar “omon-omon” (hanya bicara saja).
2. Pencabutan Kesaksian dalam BAP (September 2026)
Fakta terbaru dalam persidangan lanjutan pada 21 September 2026, menunjukkan bahwa Gus Yazid resmi mencabut kesaksiannya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mengenai aliran dana hibah Rp20 miliar tersebut.
- Gus Yazid mengakui bahwa kuitansi puluhan miliar rupiah yang sempat diklaim mengalir ke tim kampanye tersebut adalah bohong semata.
- Langkah pencabutan ini dilakukan dalam sidang yang berkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang juga menyeret nama mantan Pangdam IV/Diponegoro, Letjen Widi Prasetijono.
[VIDEO]








woii..af terwo dran-drun cs masih lu nyebokin si ndut pemimpin kotor ini ?
Lama² aib dibuka bahwa kemenangan yang diklaim dan dibanggakan gerombolan rasis dran drun murni hasil suara rakyat itu terbantahkan, terbukti dengan sendirinya jabatan wowo & samsul itu adalah hasil haram dampaknya jadi ga berkah ; hidup wowo terhina dihujat rakyat dan samsul hidup ga tenang karena digugat .
dipersilakan bagi para pencebok utk menjalankan tugas
biasanya statemen pertama itu jujur dari hati, apalagi ekspresinya keliatan jengkel banget krn dibiarin kena kasus😂🤣😂🤣