Gua mau buka-bukaan dikit soal info “A1” terkait permainan di Proyek MBG
1. Jual Beli Titik Dapur
Dulu gratis, sekarang satu titik dapur bisa diperjualbelikan dengan harga fantastis, mulai dari Rp40 juta sampai Rp300 juta.
Kenapa mahal? Karena barang “langka” dan dianggap aset basah.
Yang jual siapa? ytta aja.
2. Kontrak & Lokasi
Setelah “beli” titik dapur, yayasan wajib langsung bangun. Lokasi terserah mitra asal harus sesuai spek dan “umumnya” lokasi calon dapur langsung dikontrak 2-3 tahun
(mengikuti masa jabatan pencetus program selesai).
3. Modal Awal Mitra
Siapa yang bayar pembangunan di titik dapur? Mitra modal sendiri dulu. Dalam jatah waktu 80-90 hari, mereka harus siapin modal sekitar Rp400-600 juta (biaya sewa+bangun sesuai kriteria) buat jadi “Dapur Pencetak Uang”, at least butuh modal sekitar Rp1-1,2 Miliar.
4. Duit Cair di Muka
Begitu dapur jadi dan di-ACC pusat, dana segar dari pusat sebesar Rp800 juta – Rp1 Miliar langsung cair sebagai uang sewa di muka.
Bahkan, uang untuk menu satu minggu ke depan juga sudah dibayar di awal bareng uang sewa dapur.
(kebanyakan dititik ini mitra sudah balik modal)
Resiko = 0, tinggal nikmatin hasil.
5. Permainan Supply & Porsi
Di sinilah “LADANG” paling basah.
Permainan sebenarnya ada di suplai bahan makanan, mark-up jumlah porsi, jatah per porsi untuk mitra, sampai tawar-menawar sadis ke supplier bahan.
6. Cuan Harian yang Gila
Kalau ada yang bilang tunjangan 6 juta per hari itu gede, kalian salah besar.
Itu nggak ada apa-apanya dibanding hasil “gorengan” suplai bahan dan porsi makanan yang untung bersihnya bisa jutaan per hari.
Bayangin modal 1M balik modal di 90 hari.
Kedepannya tanpa resiko dan hasil melimpah 😏.
Siapa yang paling diuntungkan dari program ini??
Kalian bisa nilai sendiri







gak beda sama cara masuk tentara,polisi 🚨, pns
mengerikan
nah itu tuh…main di jumlah porsi…
gw gak percaya mereka nanganin ribuan porsi
MBG itu hanya memperkaya, orang yg sdh kaya. UMKM disekitar sekolah hanya bisa melihat & meratapi. termasuk saya yg melihat & meratapi.