Gebrakan Kapolri Suyudi

Pasca dilantik, gebrakan-gerbrakan yang dilakukan Kapolri Suyudi Ario Seto cukup memberikan harapan. Kemarin, pengrebekan kampung narkoba di Padang dilakukan secara besar-besaran. Bahkan, gabungan Polisi-TNI ikut dalam pengrebekan ini. 12 orang berhasil diamankan dalam pengrebekan ini.

Sebelumnya, di Cijantung, Jakarta Timur, kompleks oknum TNI dijadikan markas judi online (judol), juga digrebek tanpa ampun di masa Kapolri Suyudi Ario Seto ini. Bayangkan, rumah oknum TNI dijadikan markas judol, siapa pula yang berani melakukan pengrebekan? Ini pasti sudah berlangsung lama dan tak tersentuh.

Tidak hanya di Jakarta, oknum TNI yang bermain seperti itu. Di banyak daerah oknum aparat seperti itu, pastilah juga bermain. Termasuk juga di Padang, aksi pengrebekan kampung narkoba itu, pasti juga ada. Aksi seperti itu pesan yang sangat kuat bahwa kali ini polisi serius melakukan penindakan kriminalitas.

Keberanian Kapolri Suyudi Ario Seto ditunjukkan lewat tagline “Polisi Bersama Masyarakat”. Artinya, penyakit-penyakit masyarakat, yang tidak jarang justru dibekingi oleh aparat, harus dibersihkan. Asal tak “hangat-hangat tai ayam” saja, pesan itu pasti akan sampai kuat ke oknum aparat itu. Kalau tidak akan bersih betul, minimal jauh berkurang dari sebelumnya.

Aksi Kapolri Suyudi Ario Seto yang tampil sebagai Khatib Jumat kemarin, di masjid Mabes Polri, juga sebagai bentuk keberanian yang layak dipuji. Pandai berceramah saja tidak cukup, kalau tidak cukup berani. Sebab, apa yang disampaikannya akan diadu dengan realitas kepemimpinannya. Kalau bertolat belakang, maka akan selesai-lah dia di mata anak buahnya.

Apalagi, kabarnya, isi khutbahnya tentang pesan janganlah bersikap arogan, berbohong, sebab satu kebohongan akan diikuti kebohongan berikutnya, jangan menyalahgunakan kewenangan, dan jangan menyakiti hati masyarakat. Ini disampaikan Kapolri saat menjadi Khatib Jumat, alangkah kuatnya?

Semoga saja ada perubahan kultural yang sangat signifikan di era kepemimpinan Kapolri Suyudi Ario Seto ini. Pribahasa, ikan busuk dari kepala, semoga saja tak lagi terpakai setelah ini. Tapi tantangannya masih berat dan banyak. Terutama, saat nanti berurusan dengan yang beraroma politik dan yang sejenis dengan itu.

(ERIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. 🌿 INSPIRASI ISLAMI HARIAN
    Praktis • Edukatif • Inspiratif

    📌 Mari bergabung di kanal islami.top/wa dan sebarkan kebaikan. Kanal resmi berbagi wawasan keislaman berlandaskan Al-Qur’an & As-Sunnah.

    🎯 Fokus Kajian Kami:

    🎥 Video pendek (Faedah harian)
    📖 Wawasan keislaman
    💡 Tips kesehatan
    🔬 Sains: Keajaiban Ciptaan Allah
    🤲 Kisah mualaf yang menginspirasi
    ✨ Quote motivasi islami
    📝 Artikel keislaman
    📰 Kabar dunia Islam

    InsyaAllah, konten disajikan secara rutin dengan mengutamakan manfaat dan sumber yang terpercaya.

    📲 Tafadhdholu follow channel kami:
    https://islami.top/wa

    🌐 Website: islami.top

  2. 🌿 INSPIRASI ISLAMI HARIAN
    Praktis • Edukatif • Inspiratif

    📌 Mari bergabung di kanal islami.top/wa dan sebarkan kebaikan. Kanal resmi berbagi wawasan keislaman berlandaskan Al-Qur’an & As-Sunnah.

    🎯 Fokus Kajian Kami:

    🎥 Video pendek (Faedah harian)
    📖 Wawasan keislaman
    💡 Tips kesehatan
    🔬 Sains: Keajaiban Ciptaan Allah
    🤲 Kisah mualaf yang menginspirasi
    ✨ Quote motivasi islami
    📝 Artikel keislaman
    📰 Kabar dunia Islam

    InsyaAllah, konten disajikan secara rutin dengan mengutamakan manfaat dan sumber yang terpercaya.

    📲 Tafadhdholu follow channel kami:
    https://islami.top/wa

    🌐 Website: islami.top