Gara-gara Tumbler, pegawai KAI dipecat
Anita Dewi naik Commuter Line (CL) rute Tanah Abang-Rangkasbitung, turun di Rawa Buntu
Saat turun di Rawa Buntu, dia baru sadar ketinggalan cooler bag berisi tumbler Tuku di gerbong perempuan. Dia lalu melapor ke petugas. Oleh petugas, diarahkan untuk mengambil ke stasiun akhir Rangkasbitung
Disana, ada Argi (petugas jaga stasiun) yang menyerahkan cooler bag yang tertinggal. Tapi Tumbler nya sudah tidak ada.
Argi mendapat cooler bag ini dari petugas walka (petugas patroli di dalam gerbong CL). Saat proses serah terima dengan petugas Walka, tidak ada foto dokumentasi.
Saat penyerahan itu, Argi merasa cooler bag nya terasa ringan. Padahal menurut Anita, cooler bag nya berisi tumbler yang ada kopinya. Harusnya berat.
Berarti saat diterima Argi, Tumbler nya sudah tidak ada.
Terjadi perdebatan, Argi menawarkan kompensasi untuk mengganti uang 300 ribu, sesuai harga Tumbler nya.
Tapi Anita menolak, dan lebih memilih memviralkan kejadian ini di Threads.
Bagi Anita lebih penting meluapkan amarahnya dibanding menerima kompensasi.
Kejadian itu viral, dan sampai ke telinga jajaran PT. KAI.
PT. KAI yang sedang berjuang menjaga citra profesionalnya, tentu saja lebih memilih cuci tangan dengan memecat karyawan berstatus outsourcing itu.
Gara-gara Tumbler, terbalik piring nasi orang.
Segitu lemahnya posisi pegawai outsourcing ini. Tanpa teguran, tanpa SP, tanpa sanksi, langsung didepak hanya karena kejadian yang bahkan bukan salahnya.
PT. KAI, shame on you !!!
Buat Anita,
Bersiaplah, rintihan orang terdzolimi itu menakutkan…
(AL FATIN)







Komentar