ERA BARU, SEMOGA

Boleh dibilang, pekan ini adalah sebuah era baru di negara kita. Dan kebetulan, era baru itu bertepatan pula dengan HUT TNI ke-81 tahun. Senin, 5 Oktober 2026. Indonesia berdaulat, adil, dan makmur. Pekan kemarin adalah era transisi yang begitu cepat serba tak terduga. Semuanya terjadi, hampir berbarengan.

Pertama, secara maraton Mahkamah Konstitusi (MK) menyidangkan pembuktian terkait ijazah dari Wapres Gibran. Pemohon, termohon, pihak terkait, dan pemberi keterangan, menguji ijazah tersebut, dan apakah mungkin Hakim MK mendiskualifikasi Wapres Gibran, kalau ijazahnya terbukti keliru?

Mulai dari Hari Rabu, Kamis, hingga Jumat, waktu terasa begitu padat dan berjalan cepat. Kesaksian diberikan, keahlian diutarakan. Saling menguatkan, membantah, dan lempar bola, terjadi. Bukan pihak kami yang memaksa, tapi pihak lain. Keliru, kami tidak pernah mengusulkan. Kami tidak tahu, itu ada. Begitulah kir-kira. Hakim MK, pasti sudah mencatat.

Kedua, di tengah hiruk-pikuk di MK, muncul berita Kapolri dicopot. Dan Kamis itu juga dilantik. Di DPR, prosesnya tak sampai sejam, langsung ketok palu. Sejenak, orang melupakan apa yang terjadi di MK. Kapolri baru, lebih menarik. Sebab, Kapolri lama sudah menjabat hampir 6 tahun, tidak tergantikan.

Dan tanpa menunggu Hari Senin pekan ini, mutasi besar-besaran dilakukan. Posisi-posisi penting di Mabes Polri berganti. Termasuk, Kapolda-kapolda di daerah-daerah padat seperti di Jawa, semua diisi muka baru. Makanya tak berlebihan kalau dikatakan bahwa pekan ini adalah era baru bagi negara kita.

Ketiga, Kapolri baru ternyata tak sendiri. Ada begitu banyak yang dilantik. Bahkan, tak selesai hanya Hari Kamis, dan disambung Hari Jumat. Lebih banyak lagi. Tokoh-tokoh bangsa dilantik sebagai Wantimpres. Tapi, ada satu nama yang paling menjulang, Rocky Gerung. “Apa alasan saya menolak?” Justru Rocky Gerung balik bertanya, saat ditanya wartawan kenapa masuk? No Rocky No Party.

Dan yang tak kalah menariknya adalah Syahganda Nainggolan dilantik pula sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah menggantikan Mohammad Qodari. Kalah menjadi juru bicara pada masa Pilpres lalu, kini Syahganda malah menjadi juru bicara yang menang. Berkebalikan dengan M. Qodari. Benar-benar memasuki era baru negara kita pekan ini.

(ERIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. makanya drun sabar aja gausah suuzon terus dan caci maki terus, prabowo punya skenario, kalau gasabar sono main balapan onta aja, insya Allah kebenaran selalu mencari jalannya sendiri

    1. wkwkwkwk…si ANONim TerMul, TerWo si Qawasah al-Qalb (Keras Hati) : Kondisi hati yang mengeras atau membatu akibat terlalu banyak DOSA dan MAKSIAT, sehingga membuat si GUOBLOKKKK ini kehilangan kepekaan moral dan sulit membedakan antara yang benar (haq) dan yang salah (batil).
      Ngoahahaha…😂😝🤣😜