Drone Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait, Citra Satelit Tunjukkan Kerusakan di Kamp Arifjan

Militer Iran melancarkan serangan drone besar-besaran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait. Citra satelit terbaru menunjukkan kerusakan signifikan di beberapa fasilitas penting di dalam pangkalan Arifjan, salah satu instalasi utama militer AS di negara Teluk tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Jumat (6/3), Angkatan Darat Iran menyebutkan bahwa pasukan daratnya mengerahkan gelombang besar drone tipe loitering untuk menyerang posisi militer Amerika di Kuwait dalam beberapa jam terakhir.

Operasi itu disebut menggunakan berbagai jenis drone tempur yang dirancang untuk menghancurkan target militer. Serangan ini dinilai sebagai salah satu operasi paling besar yang menargetkan infrastruktur militer Amerika sejak konflik terbaru di kawasan dimulai.

Media lokal Kuwait melaporkan suara sirene serangan udara sempat terdengar sebelum beberapa ledakan terjadi secara beruntun. Ledakan tersebut diduga berasal dari sejumlah serangan yang menghantam area yang menampung pasukan Amerika.

Serangan terhadap pangkalan AS di Kuwait bukanlah yang pertama sejak konflik pecah. Bukti dampak serangan sebelumnya juga terlihat dalam citra satelit terbaru yang menunjukkan sejumlah titik di dalam pangkalan Arifjan terkena serangan rudal dan drone Iran.

Dari gambar tersebut terlihat beberapa bangunan di dalam kompleks militer mengalami kerusakan, terutama fasilitas yang diduga berkaitan dengan sistem komunikasi dan pusat koordinasi operasi militer.

Ketepatan serangan itu juga dinilai menunjukkan peningkatan kemampuan Iran dalam teknologi drone, khususnya dalam hal jangkauan dan akurasi penargetan.

Serangan terbaru ini merupakan bagian dari operasi balasan Iran setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran pada 28 Februari lalu.

Menurut otoritas Iran, serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil, termasuk perempuan, anak-anak, serta sejumlah komandan militer senior. Dalam insiden itu, Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei juga dilaporkan gugur.

Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone ke berbagai target Israel serta instalasi militer Amerika di kawasan Timur Tengah. Beberapa pangkalan militer AS di Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab disebut menjadi sasaran dalam operasi tersebut.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa tindakan militer yang dilakukan merupakan bentuk hak sah untuk membela diri. Teheran juga menekankan bahwa serangan mereka tidak ditujukan kepada negara-negara tetangga, melainkan hanya menyasar fasilitas militer Amerika yang berada di wilayah mereka.

Di sisi lain, Iran memperingatkan negara-negara di kawasan agar mewaspadai kemungkinan operasi provokasi atau false flag yang disebut bisa dilakukan oleh Israel maupun Amerika Serikat untuk menyeret negara-negara Arab masuk ke dalam konflik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar