Pernyataan mengenai lulusan MDIS Singapura yang dinilai sulit mendapatkan pekerjaan di Singapura disampaikan oleh WNI yang menjadi dosen di NTU (Universitas Teknologi Nanyang) Singapura Prof. Sulfikar Amir di acara RAKYAT BERSUARA iNewsTV tadi malam (13/10/2026) yang mengangkat topik “BOLA PANAS PUTUSAN MK, KEMANA UJUNGNYA”.
Pernyataan itu kemudian ditimpali oleh pakar hukum tata negara, Denny Indrayana, yang membandingkannya dengan posisi Gibran Rakabuming Raka yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
Berikut adalah poin-poin penting dan fakta di balik polemik tersebut:
1. Narasi Prospek Kerja Lulusan MDIS di Singapura
Dalam diskusi publik, dosen NTU tersebut menjelaskan bahwa Management Development Institute of Singapore (MDIS) berstatus sebagai Private Education Institution (PEI) atau institusi swasta di Singapura. Lulusan dari institusi PEI semacam ini secara sistemik memang menghadapi persaingan yang sangat ketat dan sulit untuk menembus sektor pemerintahan (PNS) atau korporasi besar di Singapura dibandingkan lulusan universitas negeri lokal seperti NUS atau NTU.
2. Sindiran Denny Indrayana
Pernyataan akademisi tersebut kemudian ditimpali oleh Denny Indrayana “Di Indonesia malah jadi wakil presiden”.
SIMAK SELENGKAPNYA VIDEO:








di Konoha yang laku barang rongsokan 💃💃💃💃💃