Agen rahasia Israel, Ha-Mossad le-Modiin ule-Tafkidim Meyuhadim alias Mossad dicurigai ikut berperan dalam keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengalihkan penahanan tersangka mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dari rumah tahanan (rutan) ke tahanan rumah.
Demikian disampaikan Presidium Forum Alumni Kampus Seluruh Indonesia (Aksi) Nurmadi H. Sumarta.
“Keterlibatan Mossad ini terkait adanya kedekatan Gus Yaqut dan Gus Yahya (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) kakaknya yang punya kedekatan dengan Israel,” kata Nurmadi melalui keterangan tertulis kepada RMOL, Senin 23 Maret 2026.
Nurmadi menekankan, tahanan rumah itu mestinya untuk kasus politik dan sudah uzur seperti Proklamator Bung Karno.
“Sedangkan untuk kasus pidana, apalagi kasus korupsi sangat tidak tepat,” kata Nurmadi.
Pengalihan tahanan Yaqut, menurut Nurmadi, menjadi preseden buruk dalam penanganan kasus hukum di KPK, apalagi tidak disampaikan secara terbuka.
“Apalagi KPK juga belum pernah memberikan status tahanan rumah kepada tersangka tindak pidana korupsi,” kata Nurmadi.
Sebelumnya, Jurubicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya pengalihan penahanan terhadap Yaqut menjadi tahanan rumah sejak Kamis malam, 19 Maret 2026.
”Bukan karena sakit. Ini murni permohonan keluarga yang kemudian kami proses. Setiap perkara memiliki strategi penanganan yang berbeda, termasuk soal penahanan,” kata Budi.
Sumber: RMOL







KPK makin bobrok sejak jaman jokowi. Bukan institusi hukum, tapi jadi institusi politik.
KPK emang bangke
staquf memang tak bermoral. jenis manusia seperti ini kok dijadikan ketua NU. ini organisasi apa sih sebenarnya, kok sampai memilih pemimpin aja nggak becus begini⁉️
semenjak KPK pimpinanya dari polisi jadi lembaga bangsat