Seringkali orang merasa dirinya sangat berharga. Padahal dalam kenyataan sama sekali tidak berharga. Merasa sangat berhasil tapi kenyataanya gagal total. Merasa sangat kompeten, padahal tidak pernah mengerjakan apapun tanpa sokongan orang lain, terutama keluarga sendiri.
Orang jadi percaya diri luar biasa. Bahkan terlalu percaya diri. Kemampuan terbesarnya adalah memaksa orang lain supaya dia itu kompeten. Orang dipaksa mengangguk atau tersenyum karena tahu kalau itu tidak dilakukan bayonet di tengkuknya akan bergerak.
Jarak antara persepsi dengan realitas ini kalau terlalu jauh, itu namanya delusional. Ini semacam penyakit kejiwaan yang lahir dari terlalu mengagungkan diri. Delusi itu lahir dari narsisisme atau kecenderungan untuk macak atau pamer.

Delusional ini sulit disembuhkan. Apalagi kalau sudah menghinggapi diri seorang politisi. Pada hakekatnya hampir semua politisi itu delusional. Tapi penyakit ini bisa hinggap di mana saja: akademisi tanggung, birokrat, teknokrat, atau bahkan manajer.
Orang-orang seperti ini biasanya inkompeten. Tidak bisa kerja. Selalu menyalahkan orang lain kalau gagal. Dan senang sekali kalau ada orang menjilat pantatnya sampai ke bulu-bulunya. Syukur kalo lobangnya juga kena. Dia bisa geli setengah mati.
Gambar: Hanya pemanis belaka
(By Made Supriatma)







Komentar