CHAOS

Ijazah dan chaos

Masih ingat ancaman yang disampaikan Kuasa Hukum Jowi tanggal 16 Juni 2025?

“Jika ijazah Jowi dipaksa untuk ditunjukkan, maka akan chaos.”

Dan keduanya terbukti sekarang.

Ketika RRT (Rismon-Roy-Tifa) memaksa Ijazah Jowi dimunculkan, dengan launching buku JOKOWI’S WHITE PAPER yang mengalami intimidasi dan sabotase beruntun kemudian pemeriksaan marathon oleh Polda Metro Jaya terhadap 12 Terlapor, yang menghasilkan penolakan para Terlapor untuk menjawab pertanyaan pemeriksa jika syarat “tunjukkan Ijazah Joko Widodo dulu baru kami akan bicara”, dan desakan rakyat terus-menerus agar Jowi secara gentle mengakui soal ijazah, dan “clue” yang disampaikan oleh Rektor UGM bahwa “ada alumni UGM bernama Joko Widodo yang pernah menempuh Sarjana Muda dan bukan langsung Sarjana’

Dan puncaknya Demo 25 Agustus dan 28 Agustus 2025

Menghasilkan korban Syuhada Afan Kurniawan, driver Ojol yang dibunuh Brimob/Polisi.

Ini adalah sebuah Shock Kolektif, dari pihak Joko Widodo untuk menghentikan Isu Ijazah Palsu dan Pemakzulan Gibran yang menuju puncak naik.

Artinya saat ini terjadi pembelokan realitas politik.

Isu Ijazah Palsu dan Pemakzulan Gibran dipaksa berhenti dengan Drama Demo Jalanan.

Jowi memiliki dua motif:
Distraksi kasus Ijazah dengan Chaos menggunakan jaringan aparat, dana, dan Buzzer Termul untuk frame demo sebagai Chaos.

Dan Chaos sudah terjadi.

Rantis Brimob melindas ojol, adalah tragedi yang “tepat sasaran” untuk meledakkan emosi publik, mengubur narasi ijazah dan Pemakzulan dengan cepat, mendistraksi Isu Ijazah yang sudah menjadi Isu Nasional dan bergerak menjadi Isu Internasional, sekaligus upaya Delegitimasi Pemerintahan @prabowo agar terlihat gagal mengendalikan aparat dan menjaga stabilitas,

Serta alat negosiasi Jokowi/Gibran untuk menekan “jangan sentuh kami, kalau tidak mau chaos makin besar”.

(DOKTER TIFA)

Komentar