Cerahnya Masa Depan Islam Di Eropa
✍🏻Aslam Salimudin
Tetangga saya di Perancis, umur 69 tahun, muslim taat asal Mesir. Beliau sangat rajin menjemput saya sholat 5 waktu ke Masjid.
Beliau pensiunan Air France (maskapai penerbangan nasional Prancis), dan sudah 48 tahun tinggal di Perancis.
Beliau bercerita 48 tahun lalu, di Perancis, jumlah Masjid dan sekolah Islam sangat sedikit. Saat itu, mayoritas muslim di Perancis asal Aljazair, Tunisia, Maroko, pendidikan agama dan umumnya sangat terbatas.
Tapi sekarang, banyak anak-anak muda yang hafal Quran 30 juz, dan mereka juga PhD di Engineering, PhD Ilmu Social, dokter specialist cancer, dll. Merekalah para aktivist Masjid yang rajin beribadah sholat 5 waktu di Masjid, puasa daud, penghafal Alqur’an dan faham ilmu agama dengan baik.
Mereka banyak yaang ikut sekolah hafidz Quran, setiap Sabtu dan Ahad. Sekolah penghafal Quran ini berlangsung 4 jam, dan mulai dari sehabis sholat subuh. Bahkan sebagian dari mereka, berencana pindah sekeluarga ke Madinah untuk lebih fokus belajar agama.

Saat ini di Perancis, jumlah Masjid dan sekolah Islam, banyak sekali dan terus bertambah. Teman-teman saya, setiap Jumat keliling ke berbagai Masjid besar di seluruh Perancis untuk mengumpulkan dana pembangunan Masjid dan sekolah Islam, dan setiap jumat rata-rata terkumpul dana sekitar 10.000 Euro (sekitar Rp 195 juta), dari setiap Masjid besar.
Itulah alasan sahabat saya, yang yakin, kedepannya Islam di Eropa akan cerah dan kuat. Aamiin.
Perancis, 5 April 2026
(fb)







para orientalis/ pendeta malah menuju ke negara berkembang buat murtadkan warga yg sdh beragama Islam.ngehek emang